Gubernur Jatim saat menerima kunjungan Gubernur Malut di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Foto: Devi Fitri Afriyanti
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan tersebut menindaklanjuti kerja sama antarprovinsi yang sebelumnya telah dirintis melalui misi dagang dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar perangkat daerah.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
Khofifah menjelaskan, komunikasi antara Pemprov Jatim dan Malut telah berlangsung sejak agenda retreat kepala daerah. Misi dagang perdana Jatim ke Malut pun telah digelar dan menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama.
“Ini lanjutan dari diskusi sebelumnya. Saat misi dagang pertama ke Maluku Utara, sudah ditandatangani MoU antar dinas. Sekarang kita tindak lanjuti, terutama peningkatan kualitas SDM dan penguatan kerja sama ekonomi,” ujar Khofifah.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah ketidakseimbangan arus logistik. Kapal-kapal dari Jatim kerap berangkat membawa muatan penuh ke Malut, namun kembali dengan muatan yang minim. Kondisi ini berdampak pada tingginya biaya logistik.
Khofifah menyebut, pelaku usaha pelayaran di Jatim bahkan siap menjemput komoditas dari Malut agar arus balik kapal dapat terisi. Skema ini diharapkan memperkuat konektivitas distribusi barang, termasuk melalui optimalisasi program Tol Laut, sehingga produk-produk MaluT bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




