“Jangan hanya membawa pulang trofi. Sepulang dari sini, tugasnya adalah menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat. Kalau dekat dengan Al Qur'an, harapannya punya akhlak Qur'an yang bisa terus menebar kebaikan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Ramadan DPW PKS Jatim, Darmidi, menjelaskan bahwa MHQ berjenjang ini membuktikan konsistensi partai dalam membina kader berbasis nilai spiritual di tengah dinamika sosial-politik.
Di tengah kemeriahan acara, suasana mendadak hening dan haru saat sosok Harianto (57) tampil di podium. Peserta asal Kota Madiun ini merupakan penyandang tunanetra sejak lahir, namun ia memiliki hafalan luar biasa hingga 11 juz.
Harianto melantunkan ayat suci dengan tenang dan fasih, membuat para penguji dan audiens terdiam menyimak. Di balik hafalannya yang kuat, terselip sebuah pemikiran sederhana namun mendalam, mengapa ia memilih menghafal.










