Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Intesifkan Perawatan Lokomotif

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Intesifkan Perawatan Lokomotif Perawatan lokomotif di depo Madiun

KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - PT KAI Daop 7 Madiun menyiapkan 10 lokomotif dan 94 kereta yang telah menjalani perawatan intensif untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 1447 H/2026.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama periode mudik dan balik. 

Seluruh armada yang berada di wilayah kerja Daop 7 kini menjalani perawatan di Depo Lokomotif Madiun dan Depo Kereta Blitar.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan perawatan dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan sarana yang andal dan laik operasi.

"Perawatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menyiapkan sarana yang andal laik operasi menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah / Tahun 2026," ujar Tohari, Senin (2/3/2026).

Ia berharap, dengan perawatan intensif tersebut, operasional kereta api selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung 11 Maret hingga 1 April 2026 dapat berjalan tanpa kendala teknis.

"Harapannya, pada periode pelaksanaan masa Angkutan Lebaran yang dimulai 11 Maret hingga 1 April 2026, perjalanan KA dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis," lanjutnya.

Untuk mendukung operasional, Daop 7 Madiun menyiagakan 10 unit lokomotif, terdiri dari enam unit seri CC 201 dan empat unit seri CC 203. 

Selain itu, tersedia 78 unit kereta penumpang kelas eksekutif dan ekonomi, lima kereta makan dan pembangkit (MP), empat kereta makan (M1), empat kereta pembangkit (P), serta tiga kereta bagasi (B) untuk mendukung layanan logistik dan bagasi.

Proses perawatan dilakukan oleh tenaga ahli dari Unit Sarana Daop 7 Madiun dengan fokus pada aspek vital dan fasilitas pelayanan:

  1. Sistem Operasional: Pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis.
  2. Rangka Bawah: Pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.
  3. Fasilitas Penumpang: Memastikan seluruh fasilitas di dalam kereta (AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan) berfungsi dengan baik, andal, dan laik operasi.

Tohari menegaskan, komponen yang aus atau melebihi batas toleransi akan segera diganti sesuai standar teknis yang berlaku.

Sepuluh lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik sejumlah kereta unggulan di wilayah Daop 7 Madiun, di antaranya KA Madiun Jaya, KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, KA Kahuripan, dan KA Brantas Tambahan.

"Skema operasional kami buat fleksibel; ada lokomotif yang beroperasi, ada yang siaga sebagai cadangan, dan ada yang menjalani perawatan rutin. Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul selama masa tugas dalam Angkutan Lebaran," pungkasnya. (dro/van)