Satlantas Polres Lamongan menggelar kegiatan Pelatihan Penjaga Perlintasan Kereta Api yang diikuti para relawan PJL
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Polres Lamongan melalui Satuan Lalu Lintas menggelar pelatihan bagi relawan Penjaga Jalur Lintasan (PJL) untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api sebidang menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Gedung Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Lamongan pada Kamis (5/3/2026). Pelatihan diikuti relawan PJL dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.
BACA JUGA:
- Diduga Ngantuk, Pengemudi Xenia Tabrak Gerobak Sampah di Lamongan hingga Tewaskan 1 Orang
- Polsek Brondong Lamongan Sita 1.022 Botol Miras dari Sebuah Warung, Mayoritas Arak Oplosan
- Pupuk Indonesia & Polres Lamongan Kawal Ketat Distribusi 195 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- Tas Penjual Es Degan di Lamongan Diduga Digasak Pembeli Gadungan, Sejumlah Barang Berharga Raib
KBO Satlantas Iptu Hadi Siswanto menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan serta kesiapsiagaan relawan dalam menjaga keselamatan di perlintasan kereta api, terutama di lokasi yang belum dilengkapi palang pintu resmi.
Menurutnya, keberadaan relawan PJL memiliki peran penting dalam membantu mengatur arus lalu lintas sekaligus mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas di jalur kereta api.
“Melalui pelatihan ini, kami memberikan pembekalan kepada para relawan PJL mengenai prosedur pengamanan di perlintasan sebidang, teknik pengaturan lalu lintas , teknis pemberian isyarat, koordinasi jadwal perjalanan kereta api, serta tindakan darurat jika terjadi kendaraan mogok di tengah, serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar Iptu Hadi Susanto.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengamanan menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, ketika mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.
Saat ini, Kabupaten Lamongan tercatat memiliki 81 perlintasan kereta api sebidang. Dari jumlah tersebut, 33 perlintasan telah dilengkapi palang pintu dan dijaga oleh Dinas Perhubungan, 29 perlintasan tanpa palang pintu dijaga oleh relawan, sedangkan 19 perlintasan lainnya telah resmi ditutup. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




