“Fokus di satu wilayah kita ingin hasilnya lebih maksimal. Kalau dulu lima daerah dengan lima MTU, sekarang satu wilayah tetapi beberapa sekolah. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujar Aries kepada Bangsaonline, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, program MTU tidak hanya menyasar SMK, tetapi ke depan juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik sesuai standar. Sejumlah sekolah dinilai masih kekurangan laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, hingga video dan fotografi.
Menurut Aries, efektivitas pelatihan diukur melalui pretest dan post test yang diberikan kepada seluruh peserta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan capaian kompetensi siswa selama mengikuti pelatihan enam hari.
“Kita tidak ingin mengirim peralatan besar beserta instruktur selama seminggu tanpa hasil yang linier. Karena itu ada pretest dan post test untuk mengukur capaian siswa,” terangnya.










