Ilustrasi kekerasan seksual
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 35 anak perempuan di Pamekasan tercatat menjadi korban kekerasan seksual sepanjang 2023 hingga 2025.
Data tersebut dihimpun Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Pamekasan.
Kabid PPA DP3AKB Pamekasan, Nurul Fauziyah menyebut tren kasus pada 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2023, jumlah korban tercatat 10 anak, kemudian 2024 jmlah korban sebanyak 9 anak. Sementara pada 2025, jumlah korban meningkat menjadi 16 anak.
“Para korban seluruhnya berusia di bawah 18 tahun, dengan latar pendidikan rata-rata SD dan SMP,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).
Nurul menyebut sebagian besar korban memiliki latar belakang serupa.
Ia mengatakan kondisi keluarga yang tidak harmonis menjadi salah satu faktor pemicu.
“Jika anak mengalami kondisi keluarga yang tidak harmonis, dia tidak menemukan ketenangan di rumah. Akibatnya, dia lebih mudah terpengaruh oleh orang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan penanganan terhadap pelaku juga menjadi perhatian.
“Kami selalu mengupayakan agar pelaku ditempatkan di lembaga kesejahteraan sosial anak. Jika disatukan dengan orang dewasa, kami khawatir akan memengaruhi pola pikirnya,” pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




