Mengenai transparansi penerima bantuan, Eri menegaskan bahwa penggunaan basis data desil bertujuan untuk meminimalisir adanya penerima yang tidak tepat sasaran.
"Yang kita berikan bantuan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu yang masuk desil 1 sampai desil 5. Inilah wujud gotong royong Pancasila. Bagi warga di luar kategori tersebut, kami mohon maaf tidak bisa memberikan beasiswa agar dana ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan," tegasnya.
Ia berharap, melalui program ini indeks pembangunan manusia (IPM) di Kota Pahlawan bisa terus meningkat. Selain itu, masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
“Tentunya, saya berharap bagi mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa nantinya bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu dan membahagiakan orang tuanya,” tandasnya.










