Menurut Reno, nilai kerugian tersebut berasal dari akumulasi harga kendaraan yang digelapkan serta potensi pendapatan dari usaha sewa yang hilang selama beberapa bulan.
"Kalau total kerugian, baik dari nilai unit motor maupun uang sewanya, itu mencapai hampir Rp180 juta," jelasnya.
Reno menyebut upaya penyelesaian secara kekeluargaan sebenarnya telah dilakukan sejak Januari.
Namun hingga April, belum ada satu pun unit sepeda motor yang dikembalikan, sehingga mendorong dilakukannya kesepakatan baru dengan tenggat waktu satu bulan melalui mediasi di kepolisian.










