Buka Giling PG Pesantren Baru 2026, Wali Kota Kediri Tekankan Inovasi dan Lingkungan

Ringkasan Berita
  • Pembukaan musim giling di PG Pesantren Baru menandai dimulainya produksi yang menghidupkan rantai industri gula dan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah serta terbukanya lapangan kerja.
  • Wali Kota Kediri mengapresiasi PG Pesantren Baru sebagai Proyek Strategis Nasional yang mendukung swasembada gula dan pengembangan bioetanol, serta menjadi penggerak ekonomi rakyat.
  • Kemitraan pabrik dengan petani melalui program Kementan dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, dengan harapan adanya inovasi berkelanjutan.
  • Pemerintah kota menekankan pentingnya komitmen terhadap lingkungan, meminta peningkatan pengelolaan limbah melalui teknologi yang lebih ramah untuk kenyamanan masyarakat sekitar.
  • Musim giling 2026 diharapkan berjalan lancar dan aman dengan hasil produksi yang meningkat, kualitas gula lebih baik, serta manfaat luas bagi masyarakat.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menghadiri Selametan Buka Giling Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Tahun 2026, Selasa (5/5/2026). Acara ini menandai dimulainya proses produksi sekaligus melanjutkan tradisi, kerja keras petani tebu, serta pergerakan ekonomi daerah.

Buka giling memiliki arti penting bagi PG Pesantren Baru, petani tebu, dan masyarakat Kota Kediri. Musim giling menghidupkan rantai industri gula dari sektor pertanian, pengolahan, hingga distribusi, yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani, terbukanya lapangan kerja, dan penguatan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Vinanda mengapresiasi PG Pesantren Baru sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional mendukung swasembada pangan, khususnya gula, serta pengembangan bioetanol. 

“Ini menunjukkan bahwa industri gula dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ia juga menilai kemitraan PG Pesantren Baru dengan petani tebu melalui program Kementerian Pertanian, seperti bongkar ratoon dan perluasan areal, penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Wali Kota Kediri berharap, pabrik terus berinovasi dalam produksi maupun pengelolaan kemitraan. 

Selain itu, pihaknya mengapresiasi sinergi melalui program CSR yang telah dirasakan masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya komitmen terhadap aspek lingkungan. 

“Untuk itu, kami meminta agar pengelolaan limbah terus ditingkatkan, termasuk melalui modernisasi teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan kenyamanan,” paparnya.

Musim giling tahun ini juga diharapkan berjalan lancar, aman, dan kondusif, dengan hasil produksi meningkat, kualitas gula lebih baik, serta memberi manfaat luas bagi masyarakat. (uji/mar)