Stok pupuk produk Petrokimia Gresik di gudang. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mengawal musim tanam tahun ini. Langkah tersebut menjadi indikator kesiapan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi, sekaligus menjamin ketersediaan pupuk bagi petani di tengah dinamika global rantai pasok bahan baku.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan perusahaan bersama Pupuk Indonesia telah menyiapkan strategi menjaga kontinuitas produksi, memperkuat stok pupuk bersubsidi, serta mendukung distribusi nasional agar pupuk tersedia tepat waktu.
BACA JUGA:
- Hadiri Groundbreaking Nitrate Complex, Bupati: Gresik Kian Kokoh Jadi Magnet Investasi Nasional
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Petrokimia Gresik Berangkatkan 200 Pemudik ke Lima Rute di Jawa Timur
"Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga," ujarnya pada Selasa (12/5/2026).
Sebagai antisipasi, perusahaan melakukan diversifikasi negara asal suplai phosphate rock, potash, dan sulphur, serta mengoptimalkan pasokan sulphuric acid dari produksi dalam negeri. Selain itu, kontrak pengadaan jangka panjang diperkuat, dan stok bahan baku diamankan untuk kebutuhan 6-12 bulan ke depan.
Per 10 Mei 2026, stok pupuk bersubsidi yang tersedia terdiri dari Urea 32.054 ton, NPK Phonska 166.324 ton, Petroganik 16.611 ton, ZA 2.720 ton, dan SP-36 1.939 ton. Stok ini telah didistribusikan melalui jaringan Pupuk Indonesia dan siap disalurkan ke Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Daconi menambahkan, pemerintah telah menyederhanakan regulasi tata kelola pupuk bersubsidi melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres 113/2025, serta Permentan Nomor 15 Tahun 2025.
Penyederhanaan aturan ini mendukung distribusi pupuk lebih efektif dan meningkatkan penyerapan pupuk bersubsidi. Hingga 10 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi 9,85 juta ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025.
Ia menegaskan, PI Group berkomitmen mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diturunkan pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Petani juga diimbau menebus pupuk di PPTS atau kios resmi agar terhindar dari produk palsu.
"Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga," kata Daconi. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




