GRESIK, BANGSAONLINE.com - Usaha jamu temulawak rumahan milik Siti Nur Afidah (47) di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, kini mampu memproduksi hingga 100 botol per hari setelah bergabung dalam program Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (Lontar) yang digagas PT Petrokimia Gresik.
Produk tersebut ludes terjual dalam hitungan jam saat bazar, terutama saat Ramadhan. Afidah mengaku merintis usaha sejak 2019 dengan penjualan terbatas melalui WhatsApp.
BACA JUGA:
- Pamekasan Economic Fest 2026 Dongkrak UMKM, Bupati Kholilurrahman Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor
- Tarif Pajak UMKM 0,5 Persen Resmi Jadi Kebijakan Tetap
- Petrokimia Gresik Raih Top Platinum Trophy di CSR Awards 2026
- Economic Fest 2026 Dibuka, Hipmi Pamekasan Siap Kawal UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Dunia
“Dulu jualannya cuma dari rumah ke rumah, lewat WA atau grup lapak. Lakunya lama sekali,” ujarnya pada Selasa (9/6/2026).
Perubahan besar terjadi setelah ia mendapat pendampingan melalui program Lontar berupa tambahan modal, peralatan produksi, pelatihan kemasan, serta fasilitasi perizinan dan sertifikasi produk.
“Kalau tidak ada pendampingan, kami tidak bisa jalan. Untuk bahan, alat, sertifikasi, tes, itu semua sulit dan biayanya tidak sedikit,” kata Afidah.
Kini, selain jamu, produk lain seperti kacang goreng, kacang telur, kolak kacang hijau, dan jajanan pasar juga laris manis. Afidah menyebut lonjakan penjualan berdampak langsung pada ekonomi keluarga, termasuk pembiayaan pendidikan anak-anaknya.
Menurut dia, program Lontar tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga pelatihan kemasan agar produk lebih menarik.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





