DLH Gresik Apresiasi Petrokimia Gresik Jaga Kelestarian Mangrove

Ringkasan Berita
  • Perusahaan Petrokimia Gresik secara berkelanjutan mengembangkan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare sejak 2018, yang diapresiasi Dinas Lingkungan Hidup Gresik sebagai upaya pelestarian lingkungan.
  • Luas kawasan mangrove yang dikelola berkembang dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025, menunjukkan pemulihan ekosistem pesisir yang terdampak abrasi dan rob.
  • Program ini tidak hanya mencakup penanaman tetapi juga edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan batik mangrove.
  • Mangrove berperan penting untuk mengurangi abrasi, menyerap karbon, menjaga habitat biota, serta mendukung pengendalian perubahan iklim, yang menjadi komitmen perusahaan untuk generasi mendatang.
  • Kegiatan penanaman pada HUT ke-54 perusahaan menegaskan komitmen Petrokimia Gresik untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Rutinitas Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, diapresiasi Sri Subaidah, kepala dinas lingkungan hidup (DLH) setempat.

Hal tersebut disampaikan saat penanaman mangrove yang menjadi rangkaian HUT ke-54 Petrokimia Gresik pada Rabu (5/8/2026). 

“Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi program ini dijalankan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” kata Kepala DLH Gresik.

Menurut dia, PRPM Mengare menjadi bukti keberhasilan konservasi jika dilakukan bersama-sama. Ia menekankan pentingnya menjaga kawasan mangrove seluas 3.912 hektare di Gresik untuk generasi mendatang.

Selain penanaman, Petrokimia Gresik juga mengedukasi masyarakat, termasuk mengembangkan batik mangrove sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyebut peringatan HUT ke-54 menjadi momentum menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga generasi mendatang,” katanya.

Ia menilai, mangrove berperan penting menjaga ekosistem pesisir, mengurangi abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat biota, serta menyerap karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim. Daconi menegaskan komitmen perusahaan memperkuat program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat.

VP Lingkungan Petrokimia Gresik, Muhammad Harisul Baihaqi, menyatakan program ini bertujuan memulihkan ekosistem pesisir yang terdampak rob dan abrasi.

PRPM Mengare yang dikembangkan sejak 2018 kini tumbuh dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025, dengan ekosistem mangrove yang semakin pulih dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. (hud/mar)