BANGSAONLINE.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong digitalisasi keuangan sebagai langkah memperkuat daya saing UMKM di kawasan Indonesia Timur. Upaya ini diharapkan memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, menyebut inovasi keuangan digital membuka peluang pembiayaan lebih inklusif, termasuk melalui pengembangan tokenisasi Real World Assets (RWA) untuk mendukung rantai pasok komoditas unggulan daerah.
“Pendalaman pasar keuangan digital tidak boleh dipahami sebagai proyek teknologi semata, tetapi harus menjadi bagian pembangunan ekonomi regional dan nasional,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Adi menegaskan OJK tidak bermaksud menduplikasi program pemerintah, melainkan membangun ekosistem keuangan yang mendukung hilirisasi, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah.
“Targetnya bukan sekadar seberapa banyak inovasi yang dihasilkan, melainkan seberapa besar manfaatnya dalam memperluas akses pembiayaan serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengapresiasi inisiatif OJK. Ia menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi momentum menyatukan visi agar digitalisasi keuangan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur,” tuturnya.
Ditekankan pula pentingnya pendampingan, dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM agar transformasi digital membantu mereka naik kelas, serta memperluas akses pasar.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Mochamad Muchlasin, menyebut ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen, melampaui capaian nasional pada triwulan pertama 2026.
Ia menegaskan langkah selanjutnya adalah mendorong hilirisasi, inklusi keuangan, serta penguatan kapasitas pelaku usaha melalui koordinasi lintas lembaga jasa keuangan. (rom)










