SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wagub Jatim, Emil Dardak, mengapresiasi pelaksanaan IndoBuildTech Surabaya 2026 yang digelar bersamaan dengan Nusantara Food & Hotel Expo Surabaya 2026 di Grand City, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, keberlanjutan event ini menunjukkan potensi pasar Surabaya dan Jawa Timur yang mampu memberi manfaat bagi peserta pameran. Tahun ini, kegiatan yang berlangsung empat hari ditargetkan menarik sekitar 17 ribu pengunjung.
“Ini kan tahun lalu pertama, sebelumnya IndoBuildTech selalu di Jakarta. Tahun lalu penyelenggara mencoba di Surabaya, dan ternyata cocok dengan pasar di sini,” ujarnya.
Emil menilai, kegiatan MICE seperti pameran memiliki dampak ekonomi lokal besar karena melibatkan tenaga kerja, mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah, serta menggerakkan UMKM.
“Event seperti ini membawa pengunjung, melibatkan tenaga lokal, dan menggerakkan perekonomian,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran ribuan pengunjung yang terdiri dari konsumen, pelaku usaha, dan praktisi dapat membangun jejaring serta kolaborasi yang mendorong perkembangan sektor konstruksi.
Emil menyebut kontribusi sektor konstruksi terhadap perekonomian Jatim sudah mendekati 10 persen sehingga perlu event untuk menggairahkan pasar.
Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kemudahan usaha. Ia menyoroti pelayanan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) agar tidak rumit serta penerapan standar produk untuk melindungi masyarakat sekaligus mempermudah dunia usaha.
“Kalau terlalu rumit, usaha mati. Kalau longgar, masyarakat tidak terlindungi. Ini fungsi kebijakan,” tuturnya.
Terkait Nusantara Food & Hotel Expo, Emil menyebut sektor makanan dan minuman memiliki posisi strategis karena sepertiga industri manufaktur Jatim berasal dari F&B. Penggabungan pameran konstruksi dengan F&B dan hospitality dinilai dapat menciptakan titik temu antarsektor.
“Pelaku usaha restoran, kafe, maupun hotel bisa mendapat inspirasi desain interior dan pengembangan produk,” pungkasnya. (dev/mar)










