Wamenag Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Sebut Kemenhaj Serius Layani Jemaah

Ringkasan Berita
  • Wakil Menteri Agama RI mengapresiasi kinerja Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam penyelenggaraan haji 2026 yang dipimpin oleh Menteri Haji Muchamad Irfan Yusuf (Gus Irfan).
  • Penilaian positif diberikan terhadap skenario yang matang dan terstruktur mulai dari pemberangkatan, penempatan, hingga pemulangan jemaah, termasuk pengaturan yang mencegah penumpukan.
  • Persiapan fisik seperti penyediaan tenda bernama dan berkotak, serta kecukupan konsumsi (makanan berat, ringan, minuman, kurma) di setiap pos, mendapat pujian khusus.
  • Pelayanan kesehatan dan skenario ritual (Mabit, Murur, Tanazul) dinilai sangat baik, didukung kerjasama erat antara Kemenhaj dan pemerintah Arab Saudi.
  • Wamenag menilai komitmen dan perhatian khusus aparat Kemenhaj telah mewujudkan mimpi besar dan pelayanan yang dirindukan jemaah haji Indonesia.

Laporan M. Sulthon Neagara, wartawan HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE di Arab Saudi/Media Center Haji 2026.

JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Wakil Menteri Agama RI, Romo H. M. Muhammad Syafi’i, yang saat ini tergabung dalam jajaran Amirulhaj 2026 mengapresiasi penyelenggaraan haji yang kini dipimpin oleh Menhaj Muchamad Irfan Yusuf (Gus Irfan).

Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sangat serius dalam melayani jemaah mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan yang telah disusun secara matang.

“Saya melihat ada yang spesial, pertama ada perhatian khusus dari aparat yang tergabung dalam kementerian haji dalam semua proses mulai dari pemberangkatan, penempatan, dan insyaallah nanti saat pemulangan,” katanya, Kamis (21/5/2026) di Makkah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mempercayakan Kemenhaj kepada Gus Irfan dan Pak Dahnil Anzar,” imbuhnya.

Ia menjabarkan beberapa skenario yang sangat terstruktur dan matang diantaranya mulai dari pengaturan jemaah saat turun dari hotel, yang kini sudah tidak lagi menumpuk.

Ia juga menyoroti petugas yang tengah berjibaku untuk memastikan kecukupan tenda menjelang Armuzna.

“Tenda itu diberi nama dan ada kloternya, bahkan per tenda ada nama, saya kira ini mimpi besar yang dirindukan jemaah haji Indonesia, luar biasa,” ungkap Wamenag.

Tak sampai di situ, dia juga mengapresiasi petugas dalam mempersiapkan konsumsi. Tidak hanya makanan berat, bahkan di setiap pos saat Armuzna juga disediakan makanan kecil, minuman, dan kurma.

Terakhir, Wamenag juga mengaku kagum dengan pelayanan kesehatan dan juga skenario Mabit, Murur, hingga Tanazul.

“Kerja sama yang bagus antara kementerian haji dengan Arab Saudi, pelayanannya semakin baik, sehingga ketika jemaah haji membutuhkan pelayanan, kementerian haji telah menyiapkan berbagai bentuk skenario untuk melayani jemaah yang terganggu kesehatannya,” bebernya. (msn)