GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pameran Umrah dan Hajj Fest 2026 yang digelar di Atrium Gressmall, Kabupaten Gresik, menuai apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama.
Ajang kolaborasi Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik bersama Radar Gresik pada 11–13 September 2026 tersebut dinilai menjadi pendorong positif peningkatan mutu pelayanan jemaah.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini mengacungkan jempol atas sinergi antara Kemenhaj, media lokal, dan Pemerintah Kabupaten Gresik. Menurutnya, pameran tersebut tidak sekadar menyajikan pusat informasi resmi bagi calon jemaah, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang kian prima.
“Semoga kehadiran kita menjadi sebuah niat kebaikan. Kita sama-sama berkumpul untuk mendukung pemerintah, terutama Kemenhaj RI, agar terus meningkatkan pelayanan haji yang prima dan aspiratif,” ujar Lia saat membuka pameran.
Lia menekankan pentingnya jaminan rasa aman, nyaman, dan kemudahan dalam setiap tahapan ibadah. Keberhasilan penyelenggaraan haji, menurutnya, tak hanya dilihat dari kelancaran arus keberangkatan dan kepulangan, melainkan juga dari kepuasan batin jemaah di Tanah Suci.
Dalam kesempatan itu, figur yang dinobatkan sebagai Politikus Penggerak Demokrasi ini turut membagikan pengalamannya saat berhaji. Ia memuji kekompakan para petugas di lapangan yang sigap mendampingi jemaah.
“Ketika saya melaksanakan haji, saya melihat bagaimana petugas haji benar-benar kompak. Pelayanannya terasa menyenangkan. Sebagai jemaah, kita seperti merasa happy, karena kemudahan, keamanan dan kenyamanan itu benar-benar terasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di berbagai titik krusial di Arab Saudi memberikan ketenangan tersendiri bagi jemaah asal Indonesia.
“Insya Allah tidak ada kekhawatiran. Ada rasa aman dan nyaman karena petugas haji ada di mana-mana untuk membantu jemaah,” kata keponakan Khofifah Indar Parawansa tersebut.
Putri dari almarhum KH Maskur Hasyim ini mengingatkan bahwa Indonesia sebagai pengirim jemaah haji terbesar di dunia memikul tanggung jawab besar. Sinergi antara pemerintah, petugas, penyelenggara travel resmi, dan masyarakat harus terus dirawat secara berkelanjutan.

Melalui pameran ini, ia berharap publik lebih terlindungi dari potensi penipuan biro perjalanan dan mudah mengakses data yang sahih.
“Pokoknya bagaimana kita memikirkan agar jemaah haji happy selama melaksanakan prosesi haji dan umrah. Semoga yang belum berhaji bisa segera berhaji,” tuturnya.
Lia optimistis langkah kolaboratif ini dapat menjadi pijakan kuat dalam membangun ekosistem pelayanan haji yang mumpuni.
“Dalam momentum luar biasa Haji dan Umrah Fest 2026 ini, semoga menjadi langkah bersama kita untuk mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang berjalan lancar,” tutupnya.










