Ringkasan Berita
- Video amatir yang memperlihatkan sosok diduga pocong di pinggir gang viral di media sosial, menghebohkan warga Kabupaten Lamongan dan menciptakan suasana mencekam di permukiman.
- Sosok tersebut ternyata hanya aksi prank yang dilakukan dua remaja berinisial MA (17) dan AB (17), dengan MA berperan sebagai pocong dan AB sebagai penggagas sekaligus perekam video.
- Kedua remaja mengaku motifnya hanya bercanda, dengan MA menyatakan ikut ajakan rekannya "dengan sedikit dipaksa" dan AB menyadari aksi ini telah menimbulkan keresahan.
- AB menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada warga dan berjanji tidak akan mengulangi aksi serupa atau membuat video yang meresahkan masyarakat lagi.
- Pihak kelurahan Tumenggungan, dipimpin Lurah Junaidi, merespons cepat dengan mencari dan mempertemukan para pelaku guna meredam ketakutan warga dan memastikan motif di balik aksi tersebut.
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Warga Kabupaten Lamongan dibuat geger setelah video penampakan diduga pocong viral di media sosial dan memicu keresahan di lingkungan permukiman.
Suasana tenang di sebuah permukiman di Kabupaten Lamongan mendadak mencekam pada dini hari.
Warga setempat dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang memperlihatkan sosok diduga pocong berdiri di pinggir gang.
Video berdurasi singkat itu dengan cepat menyebar melalui aplikasi pesan instan dan media sosial.
Sosok berpakaian putih yang berdiri di area gelap dekat rumah warga memicu kepanikan sekaligus rasa penasaran masyarakat sekitar.
Setelah ditelusuri, sosok menyeramkan yang sempat meresahkan warga dipastikan hanya aksi prank yang dilakukan dua remaja.
Remaja yang berperan sebagai pocong diketahui berinisial MA (17).
Saat dimintai keterangan, MA mengaku tidak memiliki niat jahat dan hanya mengikuti ajakan rekannya.
"Disuruh jadi pocong dengan sedikit dipaksa," ungkap MA, kepada awak media, Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, rekan MA berinisial AB (17) disebut sebagai pihak yang menggagas sekaligus merekam video tersebut.
AB mengakui perbuatannya dan menyadari aksi itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga Kabupaten Lamongan.
"Saya berjanji tidak akan mengulangi aksi ini lagi. Saya tidak akan membuat video di media sosial tentang pocong yang membuat resah masyarakat luas, khususnya masyarakat Kabupaten Lamongan," tegas AB.
Lurah Tumenggungan, Junaidi, merespons cepat kegaduhan yang terjadi di wilayahnya.
Pihak kelurahan bergerak mencari identitas para pelaku guna meredam ketakutan warga setelah video tersebut viral.
"Setelah video viral, saya memerintahkan staf untuk mencari anak-anak tersebut agar dikumpulkan di kelurahan semalam," ujar Junaidi.
Dalam pertemuan itu, Junaidi memastikan motif di balik aksi tersebut.
Menurutnya, kedua remaja tersebut mengaku hanya berniat bercanda.
"Saya tanya kepada mereka tujuannya apa, terus mereka jawab hanya bercanda untuk ngeprank," tandasnya. (van)






