BANGSAONLINE.com - KAI Services menggelar sosialisasi pencegahan fraud di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo, Yogyakarta, pada Jumat (22/5/2026). Agenda tersebut menyasar seluruh pekerja di wilayah kerja Regional 6 Yogyakarta secara tatap muka, dengan tujuan memperkuat integritas dan mencegah potensi kerugian perusahaan.
Senior Manager Internal Audit KAI Services, Aual Cahyadi, menegaskan komitmen perusahaan menolak praktik korupsi melalui edukasi berkelanjutan.
BACA JUGA:
- Cegah Kecelakaan, KAI Percepat Penataan Perlintasan di Malang
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- Peringatan Harkitnas 2026: KAI Daop 7 Madiun Gelar Sosialisasi Keselamatan KA
- Stasiun Kediri Layani 8.770 Pelanggan saat Libur Panjang Pertengahan Mei 2026
"KAI Services senantiasa melakukan edukasi kepada seluruh Insan KAI Services tentang apa saja modus-modus fraud, tanda-tanda kecurangan, dan cara bagaimana melaporkannya. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memperkuat budaya integritas," paparnya.
Tim Internal Auditor Kantor Pusat KAI Services memaparkan tiga faktor utama penyebab fraud, yakni tekanan ekonomi, kesempatan terbuka, dan rasionalisasi atas perbuatan salah.
VP Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, menekankan pentingnya sistem bisnis bersih. Ia menyebut perusahaan memiliki Whistleblowing System sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran dengan perlindungan identitas pelapor.
"Whistleblowing System ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang transparan, akuntabel, dan berintegritas," katanya.
Adrian sebagai salah satu peserta mengapresiasi langkah manajemen menyediakan wadah pelaporan.
"Perusahaan memberikan sarana berupa Whistleblowing System untuk kita melaporkan setiap kecurangan yang terjadi di lingkungan kerja. Ini menjadi semangat buat kita sebagai pekerja untuk menjaga integritas agar lingkungan kerja kondusif," ujarnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




