Ringkasan Berita
- Yayasan YAHAMQA Sinergi Edukasi mewisuda 49 siswa dari RUTABA, KBTK, dan Sekolah Alam HAMQA sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan tahsin dan tahfidz Al-Qur'an.
- Program tahsin dan tahfidz ini merupakan upaya membangun generasi Qur'ani melalui sinergi sekolah dan orang tua, dengan beberapa siswa telah menghafal lebih dari lima juz di usia sekolah dasar.
- Keberhasilan hafalan Al-Qur'an membuka peluang pendidikan, seperti salah satu santri yang diterima di pondok pesantren unggulan berkat hafalan 12 juz.
- Acara yang bertema 'Meneguhkan Komitmen dan Sinergi Bersama Al-Qur’an' ini ditutup dengan muhasabah dan dihadiri tokoh pendidikan, dewan pakar, serta pembina yayasan.
- Wisuda bukan hanya seremoni, tetapi menegaskan Al-Qur'an sebagai cahaya peradaban masa depan, yang diwujudkan dalam puisi haru seorang santri berprestasi untuk orang tuanya.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Yayasan YAHAMQA Sinergi Edukasi menggelar Wisuda Imtihan Metode UMMI dan Wisuda Tahfidz ke-XI bertema 'Meneguhkan Komitmen dan Sinergi Bersama Al-Qur’an' pada hari ini, Minggu (24/5/2026).
Sebanyak 49 siswa dari RUTABA, KBTK, dan Sekolah Alam HAMQA mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi sekaligus uji publik kemampuan tahsin dan tahfidz Al-Qur’an. Ketua UMDA Malang, Muhammad Hafiz, menyampaikan bahwa peserta imtihan telah menyelesaikan tahapan pembelajaran sesuai standar UMMI.
Acara dihadiri tokoh pendidikan, dewan pakar, serta jajaran pembina yayasan. Salah satu wali santri, Umi Hani, mengungkapkan rasa syukur karena putrinya yang telah menyelesaikan hafalan 12 juz kini diterima di pondok pesantren unggulan.
"Alhamdulillah, berkat hafalan sampai 12 juz, putri kami bisa masuk ke salah satu pesantren unggulan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan YAHAMQA, Ahmad Imron, menegaskan program tahsin dan tahfidz merupakan ikhtiar membangun generasi Qur’ani melalui sinergi sekolah dan orang tua. Beberapa siswa yang diwisuda tahun ini bahkan telah memiliki hafalan lebih dari lima juz di usia sekolah dasar.
Acara ditutup dengan muhasabah bersama Ust. Ali Ilyas yang menghadirkan suasana haru. Tangis syukur orang tua pecah saat santri berprestasi, Faren Qanita Purnomo, membacakan puisi persembahan untuk ayah dan bunda, menegaskan bahwa Alquran bukan sekadar hafalan, melainkan cahaya peradaban masa depan. (asa/mar)










