Ledakan Petasan di Blitar, 1 Orang Tewas

Ringkasan Berita
  • Ledakan petasan di Blitar menewaskan seorang pria berusia 23 tahun dan melukai dua anak di bawah umur (11 dan 12 tahun) beberapa jam sebelum Idul Adha 2026.
  • Kejadian bermula dari percobaan menerbangkan balon udara yang dilengkapi rangkaian petasan di area persawahan Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari.
  • Balon sempat meledakkan sebagian petasan namun tidak terbang tinggi dan turun kembali, korban mendekat dan rangkaian petasan meledak mengenai mereka.
  • Petasan yang digunakan berupa renteng panjang telah diamankan sebagai barang bukti dan polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.
  • Korban tewas sempat mendapat perawatan medis namun tidak tertolong, sementara dua korban luka dirawat di RSUD Ngudi Waluyo.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang warga Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, meninggal dunia akibat ledakan petasan beberapa jam sebelum perayaan Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menyebut korban adalah pria berinisial I (23). Disampaikan pula bahwa terdapat 2 anak di bawah umur, ADR (11) dan D (12), mengalami luka-luka dan kini dirawat di RSUD Ngudi Waluyo.

"Peristiwa tersebut bermula saat korban bersama enam orang lainnya menerbangkan balon udara di area persawahan desa setempat. Pada balon tersebut terdapat rangkaian petasan," ujarnya.

Menurut dia, balon sempat meledakkan sebagian petasan namun tidak terbang tinggi dan kembali turun. Saat korban mendekati balon, rangkaian petasan meledak dan mengenai mereka. 

Korban pertama sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong. Polisi bersama Polsek Gubeng segera mendatangi lokasi untuk evakuasi dan olah TKP. 

Muheni menambahkan, petasan yang digunakan berupa renteng panjang dan kini telah diamankan sebagai barang bukti.

"Petugas masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kejadian ini, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti," pungkasnya. (ina/mar)