Peserta JKN di Kediri ini Terbantu Biaya Perawatan Pascaoperasi

Peserta JKN di Kediri ini Terbantu Biaya Perawatan Pascaoperasi Suwandi saat dalam perawatan di RSUD SLG. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Seorang warga Kabupaten Kediri, Suwandi (62), kembali menjalani perawatan di RSUD Simpang Lima Gumul setelah mengalami penurunan kondisi pascaoperasi usus buntu. Ia mengaku terbantu dengan adanya program JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional yang menanggung biaya pengobatan.

“Awalnya saya lemas setelah operasi usus buntu. Setelah itu juga susah makan dan sering merasa mual. Kondisi badan semakin melemah, akhirnya saya dibawa ke sini lagi dan setelah diperiksa ternyata terkena tifus,” kata Suwandi, beberapa waktu lalu.

Dokter masih melakukan pemantauan terhadap kondisinya. Rasa lemas yang dialami dipengaruhi kurangnya asupan gizi karena ia sulit makan selama hampir satu bulan.

“Sekarang masih belum bisa makan banyak, hanya sedikit-sedikit karena perut masih terasa tidak nyaman dan kadang masih mual. Sampai sekarang pencernaan saya juga belum kembali normal,” tuturnya.

Di tengah kondisi kesehatan yang belum stabil, Suwandi menilai JKN memberikan perlindungan penting.

“Tidak ada biaya tambahan yang dibebankan lagi. Dulu saya terdaftar di kepesertaan mandiri kelas tiga dan sekarang pindah kelas satu. Jadi saat rawat inap, saya bisa mendapatkan kelas perawatan sesuai hak kepesertaan saat ini. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik dan tidak pernah merasa dibedakan,” paparnya.

Ia menambahkan seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN, meski berasal dari segmen kepesertaan berbeda.

“Jadi satu keluarga memang sudah punya JKN semua. Hanya saja berbeda jenisnya. Ada yang mandiri, ada yang ditanggung dari perusahaan, dan ada juga yang dapat bantuan dari pemerintah. Meski begitu, pelayanan yang diterima tetap sama dan tidak ada perbedaan,” ucapnya.

Pengalaman tersebut membuat Suwandi semakin memahami pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Ia berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk memastikan perlindungan kesehatan. 

Selain itu, Suwandi memperoleh edukasi dari petugas SATU mengenai layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN, yang memudahkan peserta mengecek status kepesertaan, memperbarui data, hingga mengambil antrean online. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO