Abdul Wachid, salah seorang anggota Timwas Haji DPR RI di Madinah. Foto: Gerindra
MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Pelaksanaan haji 2026 mendapat apresiasi dari anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Abdul Wachid. Ia menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk pelaksanaan haji tahun 2026 ini yang pertama kali dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Saya lihat lumayan bagus berhasil,” kata Abdul Wachid sdi kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Kamis (28/5/2026).
BACA JUGA:
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Fase Puncak Haji 1447 H Berakhir
- Hari Tasyrik Ketiga, Jemaah Haji Nafar Tsani Mulai Bergerak dari Mina ke Makkah
- Mobile Crisis Rescue dan 19 Armada Mobil Golf Perkuat Pelindungan Jemaah Haji Selama di Mina
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
Seperti diberitakan, sejumlah anggota DPR RI mendapat tugas negara sebagai Timwas Haji DPR RI. Mereka antara lain: Cucun Ahmad Syamsurijal (Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Timwas), Abidin Fikri (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), Abdul Wachid (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), Maman Imanul Haq, Marwan Dasopang, Danang Wicaksana Sulistya, Selly Andriany Gantina, Netty Prasetiyan, Hidayat Nur Wahid, Rieke Diah Pitaloka, Bambang Haryo Sukartono, Nurdin Halid, Neng Eem Marhamah Zulfa dan lainnya.
Menurut Abdul Wachid, penyederhanaan syarikah dari delapan menjadi dua perusahaan layanan membuat penataan jemaah lebih mudah. Selain itu, penggunaan kartu Nusuk dan tasreh juga sangat membantu percepatan layanan, disamping memudahkan jemaah mengetahui lokasi hotel dan kelompoknya masing-masing sejak tiba di Arab Saudi.
Padahal pada pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya jamaah haji mengalami persoalan perebutan hotel dan sebagainya. Banyak jamaah yang terpisah dari rombongan. Bahkan suami-istri harus tinggal di hotel yang berbeda.
Sekarang problem hotel tak terjadi lagi. “Jemaah bisa satu kelompok dengan keluarganya, dengan pendampingnya, bahkan satu kabupaten. Ini ibaratnya seperti kampung pindah ke tanah suci,” kata Abdul Wachid dilansir dilansir Parlementari.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga menyoroti peningkatan kualitas akomodasi jamaah reguler Indonesia. Menurut dia, untuk pertama kalinya, sekitar 5.000 jamaah reguler disebut menempati hotel berbintang lima di Madinah.
“Baru tahun ini jemaah haji reguler menempati hotel bintang lima. Selain itu banyak hotel yang dekat sekali dengan Masjid Nabawi,” katanya.
Kualitas konsumsi, menurut dia, juga lebih baik. Menurut dia, makanan yang disajikan mencakup lauk khas nusantara seperti ikan, telur, daging, hingga buah-buahan dengan cita rasa yang familiar bagi jamaah. Intinya sesuai selera jamaah Indonesia.
Menurut Abdul Wachid, perbaikan terjadi pada pergerakan jamaah menuju Arafah. Wachid mengatakan bahwa petugas haji berhasil mencegah penumpukan calon jemaah di titik keberangkatan bus sehingga proses mobilisasi berlangsung lebih tertib.
“Jamaah tidak boleh turun sebelum bus datang. Jadi tidak ada penumpukan seperti tahun lalu,” tuturnya.
Namun tentu tak ada gading yang tak retak. Menurut dia, Timwas DPR masih menemukan sejumlah catatan evaluasi, terutama saat perpindahan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Ia memberi contoh soal beberapa bus yang mengalami keterlambatan sehingga ada jamaah yang baru terangkut pada pagi hari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




