SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengambil sumpah jabatan 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6/2026).
Dalam arahannya, Khofifah menegaskan para kepala sekolah yang baru dilantik menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim Siapkan 1.100 Beasiswa Santri, Kini Hadir Jalur STEM dan Al-Azhar
- Pemprov Jatim Raih Opini WTP BPK ke-11
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
“Prestasi kita sudah luar biasa. Ini hasil kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, dan wali murid. Maka ke depan harus dijaga sekaligus ditingkatkan,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Jawa Timur kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah peserta lolos terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut.
Sebelumnya, capaian serupa juga diraih pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pemerataan mutu pendidikan hingga ke daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi, kata dia, adalah melalui program “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, dan Madura Naik Kelas yang menyasar empat kabupaten di Pulau Madura.
“Program ini terbukti meningkatkan keterimaan siswa di perguruan tinggi melalui SNBP maupun SNBT. Ini menunjukkan bahwa pemerataan kualitas pendidikan mulai dirasakan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelantikan tersebut merupakan hasil proses seleksi dan evaluasi yang melibatkan pemerintah pusat serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





