Gubernur Khofifah ketika panen padi.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2 Juni 2026, provinsi ini tercatat memiliki potensi produksi padi terbesar secara nasional pada periode Januari-Juli 2026.
Potensi produksi padi Jawa Timur diproyeksikan mencapai 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 7,30 juta ton GKG. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, melampaui Jawa Tengah dengan 7,00 juta ton GKG dan Jawa Barat 5,98 juta ton GKG.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan yang menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim global.
“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan kerja keras para petani dan seluruh stakeholder pertanian Jawa Timur memberikan hasil nyata,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Khofifah menegaskan capaian tersebut membuktikan sektor pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan berkontribusi strategis terhadap ketahanan pangan nasional. Peningkatan produksi ditopang oleh kenaikan luas panen yang mencapai 1,38 juta hektare, naik dari 1,30 juta hektare pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemprov Jatim terus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui optimalisasi lahan potensial, penggunaan benih unggul bersertifikat, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, penerapan teknologi budidaya modern, serta penguatan infrastruktur irigasi. Sistem deteksi dini terhadap potensi bencana pertanian juga diperkuat untuk meminimalkan risiko gagal panen.
“Jawa Timur akan terus berikhtiar menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Melalui sinergi seluruh pihak, kami optimis mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” kata Khofifah.
Ia menambahkan capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh insan pertanian Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Dengan dukungan teknologi, infrastruktur, serta kebijakan yang berpihak pada petani, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar nasional. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




