MADINAH,BANGSAONLINE.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengawal proses kepulangan jemaah haji Indonesia agar berlangsung tertib, aman, nyaman, dan lancar. Hingga Jumat (05/06/2026), sebanyak 59 kelompok terbang (kloter) dengan total 23.365 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, merinci jumlah tersebut terdiri dari 23.129 jemaah dan 236 petugas haji. Dari total yang telah diberangkatkan, sebanyak 56 kloter berisi 21.948 jemaah dan 224 petugas sudah tiba di Indonesia.
BACA JUGA:
- Pesawat Alami Kendala Teknis, Kemenhaj Pastikan Jemaah Haji Kloter KJT-04 Pulang dengan Aman
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
- Kemenhaj: Jumlah Jemaah Haji Sakit 2026 Turun Jadi 210 Orang
- Arab Saudi Apresiasi Reformasi Pengelolaan Haji Indonesia
“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Ichsan di Madinah, Jumat (05/06/2026).
Selain jemaah reguler, proses pemulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Hingga saat ini tercatat 7.702 jemaah dan 368 petugas haji khusus telah kembali ke Indonesia, sehingga total kepulangan jemaah dan petugas haji khusus mencapai 8.070 orang.
Memasuki fase pemulangan, Kemenhaj mengingatkan jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan serta menjaga dokumen perjalanan dengan baik.
Paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dan dokumen penting lainnya diminta disimpan di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
“Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jangan sampai hilang. Apabila terjadi kehilangan, segera laporkan kepada ketua kloter dan petugas haji agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Ichsan.
Ia menjelaskan, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, dan satu koper bagasi dengan berat maksimal 32 kilogram.
Untuk mempercepat proses keberangkatan, maskapai telah melakukan penimbangan bagasi di hotel tempat jemaah menginap dua hari sebelum jadwal pulang. Setelah ditimbang dan diserahkan kepada petugas, koper bagasi akan menjalani proses pemeriksaan sebelum dibawa ke gudang maskapai hingga waktu keberangkatan.
Karena itu, jemaah diminta tidak lagi menambahkan barang ke dalam koper yang telah diserahkan kepada petugas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




