Wisata Kota Batu Jadi Favorit Turis Asia Tenggara

Ringkasan Berita
  • Kota Batu semakin diminati wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura, Malaysia, dan Brunei, karena udara sejuk, keamanan, dan panorama alam yang indah.
  • Destinasi seperti Bon Kopi Junggo dan kebun petik apel, stroberi, serta jeruk menjadi daya tarik utama, dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
  • Popularitas kawasan ini didorong oleh media sosial dan pola kunjungan musiman, di mana wisatawan asing cenderung datang Juni-September, sementara wisatawan domestik lebih banyak Juli-Agustus.
  • Wisatawan asing, seperti dari Singapura, menyukai pengalaman rekreasi-edukasi dan tinggal beberapa hari, dengan kesan positif terhadap suasana sejuk dan pemandangan yang memanjakan mata.
  • Dengan konsep yang memadukan rekreasi dan edukasi, Kota Batu semakin mantap sebagai destinasi favorit wisatawan Asia Tenggara.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pesona alam Kota Agropolitan semakin diminati wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Mereka menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan utama liburan karena udara sejuk, lingkungan aman, serta panorama alam yang memanjakan mata.

Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Bon Kopi Junggo di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Pengelola wisata petik stroberi, Agus Reno, menyebut jumlah kunjungan wisatawan asing terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

“Entah karena keberadaan tempat wisata baru atau faktor lain, yang jelas jumlah kedatangan cukup besar. Rata-rata mereka berasal dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).

Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga antusias memetik apel, stroberi, dan jeruk langsung dari kebun. Agus menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan pengelola kebun lain agar kebutuhan wisatawan terpenuhi dengan pelayanan terbaik.

Popularitas kawasan ini semakin meningkat berkat media sosial. Bahkan baru-baru ini dua rombongan wisatawan dari Singapura datang untuk pertama kalinya ke Kota Batu. 

Pola kedatangan wisatawan asing cenderung meningkat pada Juni hingga September, sementara wisatawan domestik lebih banyak berkunjung pada Juli dan Agustus. Agus menyebut, jumlah pengunjung harian tidak menentu. 

“Bisa hari ini lima orang, besok seratus atau tiga ratus. Namun secara keseluruhan jumlah kunjungan ke kebun apel, stroberi, dan jeruk sangat memuaskan,” katanya.

Seorang wisatawan asal Singapura mengaku terkesan dengan suasana Kota Batu. Ia bersama rombongan berencana tinggal selama seminggu di kawasan Malang Raya.

“Udaranya sejuk, pemandangan indah, bahkan air keran terasa sedingin es saat dipakai mencuci tangan,” ucapnya. 

Dengan konsep wisata yang memadukan rekreasi dan edukasi, Kota Batu semakin mantap menjadi destinasi favorit wisatawan Asia Tenggara. (adi/mar)