Ringkasan Berita
- Satinah Salam Kawi (84), jemaah haji tanpa pendamping, sangat puas dengan pelayanan ramah Kemenhaj terhadap lansia dan disabilitas, mulai dari Madinah hingga pemulangan dari Jeddah.
- Ia bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima untuk pertama kali, dan sempat mendoakan keluarga serta almarhum suaminya saat di Arafah.
- Petugas haji dinilai sigap dan ikhlas, termasuk memberikan layanan kursi roda gratis, yang membuatnya merasa terbantu dan mendoakan petugas.
- Jemaah lain dalam kloter yang sama juga mengapresiasi penyelenggaraan haji 2026 karena petugas tersedia di mana-mana, termasuk khusus untuk lansia dan disabilitas.
- Artikel ini merefleksikan kesuksesan penyelenggaraan haji 2026 dalam memberikan pelayanan inklusif dan mendukung bagi jemaah kelompok rentan.
Laporan M. Sulthon Neagara, wartawan HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE di Arab Saudi/Media Center Haji 2026.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Satinah Salam Kawi (84), salah satu jemaah haji dari embarkasi SOC 38 mengaku bersyukur lantaran pelayanan haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang dinilai sangat ramah terhadap jemaah haji lansia dan disabilitas.
Satinah yang pergi haji tanpa pendamping pun mengatakan bahwa ia selalu mendapat pelayanan dari petugas mulai dari kedatangannya di Madinah hingga pemulangannya dari Jeddah.
“Suami sedo tahun 2012, kulo daftar piyambakan tahun 2014, alhamdulillah pelayanan sae (suami meninggal tahun 2012, saya daftar sendirian tahun 2014, alhamdulillah pelayanannya baik),” kata Mbah Satinah kepada Media Center Haji (MCH) saat menjelang pemulangannya ke Indonesia melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, Minggu (14/6/2026).
Haji tahun ini merupakan pengalaman pertama Mbah Satinah menginjakkan kaki di tanah suci. Ia bersyukur karena sanggup melaksanakan rukun islam yang kelima.
Saat di Arafah, ia tak lupa mendoakan seluruh keluarga, termasuk mendiang suami.
Mbah Satinah juga mengapresiasi pelayanan petugas yang dinilai sangat sigap dan ikhlas saat melayani jemaah. Hal ini ia sampaikan saat petugas mendorong kursi roda yang ia kenakan menuju ke bandara King Abdul Aziz.
“Kursi roda niki bayar, Nak? Kulo mboten nggada arto (kursi roda ini bayar, Nak? Saya tidak punya uang),” tanya Mbah Satinah.
“Oh mboten, Mbah. Niki gratis, mboten usah bayar (tidak, Mbah. Ini gratis, tidak usah bayar),” ucap petugas haji sambil mendorong Mbah Satinah di kursi roda.
“Owalah matur suwun, Nak. Kulo doaaken mergawene lancar, sehat, selamet (terima kasih, Nak. Saya doakan kerjanya lancar, sehat, selamat),” tutupnya mendoakan petugas haji.
Hal senada juga disampaikan oleh seorang jemaah lain yang juga satu kloter dengan Mbah Satinah, yang juga mengungkapkan apresiasinya terkait penyelenggaraan haji tahun 2026.
“Enak haji yang sekarang banyak petugasnya, di mana-mana selalu ada petugas. Bahkan ada petugas khusus lansia dan disabilitas,” ungkapnya. (msn)










