“Tanggal 13 Juni itu kami cek ternyata ada yang warga yang sudah membongkar (bangunan) secara mandiri. Tapi ada warga yang kesulitan (membongkar) untuk yang bangunan permanen, akhirnya kami lakukan pembongkaran pada tanggal 17 di hari rabu, bersama teman-teman Satpol PP, DLH, DSDABM, dan DPRKPP,” ujarnya.
Zulchaidir menyebutkan, pembongkaran bangli tersebut memakan waktu cukup lama karena letaknya berada di gang sempit. Selain itu, pembongkaran juga dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat berat.
“Ukurannya (gang) satu meter setengah, sehingga alat berat dari DSDABM itu tidak bisa menjangkau. Jadi prosesnya (pembongkaran) manual, insyaallah dilakukan sampai hari rabu besok,” sebutnya.










