KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit kronis yang perlu diwaspadai karena sering muncul tanpa gejala awal yang jelas. Hal tersebut dialami Endang Lestari (57), warga Mojo, Kabupaten Kediri, yang telah menderita sakit jantung selama lima tahun.
“Pertama sakitnya itu di dada, rasanya sesak seperti terkena benda tajam. Saya tidak tahu kalau itu sakit jantung. Bahkan untuk jalan beberapa jangka atau berdiri sudah lemas,” ujarnya.
Ia sempat menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit dan dinyatakan menderita penyakit jantung.
“Kalau sekarang tinggal kontrol dan rutin minum obat. Awalnya saya minta ke dokter untuk di Program Rujuk Balik, tapi karena jantungnya belum stabil jadi harus tetap kontrol ke rumah sakit,” katanya.
Endang mengaku puas dengan pelayanan kesehatan yang diterima sebagai peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional.
“Pelayanannya sangat bagus, apalagi jika sudah mengikuti prosedur maka akan mudah. Meskipun pakai JKN tidak pernah dibedakan dengan pasien umum. Untuk obat pun juga dicukupi sama pihak faskes. Jadi tidak pernah mengeluarkan biaya,” paparnya.
Ia kini menjalani pola hidup sehat dengan mengurangi makanan manis dan berlemak serta menjaga berat badan sesuai anjuran dokter. Endang juga rutin berolahraga, mulai dari senam hingga latihan ringan di pusat kebugaran.
“Kalau saya seringnya treadmil. Kalau di gym banyak alatnya, jadi bisa ganti-gantian. Ada yang seperti bersepedah, atau angkat beban. Saya juga ada pemandunya, jadi memang disesuaikan dengan kemampuan saya,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Endang berharap kualitas pelayanan Program JKN tetap dipertahankan dan semakin cepat dengan dukungan teknologi.
“Saya senang dan puas dengan kemudahan dari BPJS Kesehatan ini. Apalagi sudah ada Aplikasi Mobile JKN, saya bisa ambil antrean online dan jadi tidak bertumpuk lagi,” ujarnya. (uji/mar)










