JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jombang menegaskan optimisme tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menghadiri High Level Meeting (HLM) Forum Investasi bersama Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur di Grahadi pada Kamis (25/06/26).
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menyaksikan penandatanganan perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala DPMPTSP Jombang, Bayu Pancoroadi, dengan DPMPTSP Jawa Timur terkait percepatan investasi.
Acara dipimpin Gubernur Khofifah dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, OJK, serta BPS RI. Bayu menyebut, capaian investasi Jombang pada Triwulan I 2026 sudah surplus 10 persen dari target.
“Kami sangat optimistis mampu mencapai target Rp2,56 triliun yang ditetapkan oleh Provinsi. Dari target TW I sebesar Rp640 miliar, kita berhasil menembus angka Rp896 miliar,” ujarnya.
Untuk menjaga momentum, DPMPTSP Jombang menyiapkan strategi berupa promosi potensi investasi melalui media sosial serta pendampingan intensif perizinan bagi investor.
Dalam forum tersebut, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya kepastian lahan melalui harmonisasi tata ruang.
“Ada PR yang sangat mendasar untuk investasi khususnya kepastian lahan. Sinergi di antara kita, horizontal dan vertikal harus sangat nyambung,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran TP2ED yang telah terbentuk di 37 kabupaten/kota sebagai wadah hilirisasi ekonomi lokal. Dukungan turut disampaikan Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, yang menilai Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD sebagai pilar kesejahteraan daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang menegaskan investasi menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa Jombang terus bergerak, terus berbenah, dan terus membuka ruang kolaborasi. Kabupaten Jombang memiliki potensi luar biasa yang siap dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan,” ucapnya.
Ia menambahkan, target besar tersebut akan dikawal dengan peningkatan pelayanan publik, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta penyediaan infrastruktur.
“Kami memandang investasi sebagai ikhtiar bersama untuk membangun masa depan daerah. Oleh karena itu, sinergi, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan pembangunan di Kabupaten Jombang,” paparnya. (aan/mar)










