Ringkasan Berita
- Wapres Gibran membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Jombang yang diikuti sekitar 2.000 peserta santri dan alumni Pondok Pesantren Gadingmangu.
- Acara bertema penguatan karakter pemuda yang profesional, religius, dan berlandaskan Pancasila ini berlangsung lima hari dengan tujuan menjaga keutuhan NKRI.
- Gibran menekankan pentingnya generasi muda membekali diri dengan wawasan luas, moral baik, karakter tangguh, dan kemandirian di sektor kewirausahaan serta membentengi diri dari hoaks.
- Selain membuka acara, Wapres bersama pesantren melakukan aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga prasejahtera di Desa Sambirejo.
- Peserta perkemahan mendapat materi wawasan kebangsaan, empat pilar negara, pendidikan karakter, agama, hukum, dan kepemimpinan untuk mencetak SDM unggul yang nasionalis dan profesional.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Wapres Gibran secara resmi membuka Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 yang digelar Pondok Pesantren Gadingmangu di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kecamatan Wonosalam, Senin (29/6/2026).
Acara pembukaan dihadiri Gubernur Khofifah, jajaran Forkopimda Jombang, serta sekitar 2.000 peserta dari santri dan alumni Ponpes Gadingmangu. Kegiatan edukatif ini berlangsung lima hari, mulai 28 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan tema penguatan karakter pemuda profesional, religius, dan berlandaskan Pancasila demi menjaga keutuhan NKRI.
Dalam pidatonya, Gibran mengapresiasi komitmen Ponpes Gadingmangu membina moral generasi muda. Ia juga mengingatkan pentingnya membentengi diri dari hoaks demi menjaga stabilitas pembangunan nasional.
“Generasi muda wajib membekali diri dengan wawasan luas, moralitas yang baik, ketangguhan karakter, serta kemandirian, terutama di sektor kewirausahaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Permata CAI 2026, H. Achmad Fawwaz Abd Aziz, menyebut kehadiran Wapres Gibran menjadi motivasi besar bagi peserta. Selain membuka acara, Gibran bersama pihak pesantren membagikan paket sembako kepada warga prasejahtera di Desa Sambirejo sebagai bentuk kepedulian sosial.
Selama perkemahan, peserta akan mendapat materi wawasan kebangsaan, empat pilar negara, pendidikan karakter berbasis akhlakul karimah, materi keagamaan, hukum, dan kepemimpinan.
“Tujuan utama kami adalah mencetak generasi yang nasionalis, religius, mandiri, dan memiliki disiplin serta etos kerja tinggi. Bonus demografi adalah peluang emas, dan pemuda harus siap menjadi SDM unggul yang profesional demi masa depan Indonesia,” kata Fawwaz. (aan/mar)










