Lantik 87 ASN, Wali Kota Pasuruan Tekankan ASN Responsif dan Inovatif

Ringkasan Berita
  • Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo melantik 87 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada berbagai jabatan, termasuk pimpinan tinggi pratama dan pejabat kesehatan yang merangkap Kepala Puskesmas.
  • Dua jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan.
  • Wali Kota menekankan tanggung jawab, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai amanah utama bagi pejabat yang dilantik.
  • Rotasi dan promosi jabatan dinilai sebagai penyegaran organisasi untuk memperkaya pengalaman ASN sekaligus menciptakan pemimpin yang transformatif, adaptif, dan inovatif.
  • Tiga nilai utama yang harus dibudayakan ASN adalah responsif dalam penyelesaian masalah, adopsi sistem digital untuk kemudahan layanan, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata, khususnya di layanan kesehatan yang humanis dan tanpa diskriminasi.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkot Pasuruan melantik dan mengambil sumpah/janji 87 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrasi, Fungsional, serta pejabat fungsional bidang kesehatan yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas, Selasa (30/6/2026).

Dua pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Imam Subekti sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, serta Andriyanto sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang dilantik dan menekankan pentingnya tanggung jawab serta integritas dalam menjalankan amanah. 

“Selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan jadikan jabatan ini sebagai kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan rotasi, promosi, dan mutasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus memperkaya pengalaman ASN. Adi turut meminta pejabat baru, khususnya pimpinan tinggi pratama, menjadi pemimpin transformatif, adaptif, dan inovatif.

“Jadilah pemimpin yang transformatif, bukan sekadar berganti jabatan. Terus belajar, berinovasi, dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kepada pejabat yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas, Wali Kota Pasuruan menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, cepat, dan tanpa diskriminasi. Ia pun menegaskan 3 nilai utama yang harus menjadi budaya kerja ASN, yakni responsif, digital, dan inovatif.

“Responsif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, mampu mengadopsi sistem digital untuk mempermudah pelayanan, serta terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya. (afa/mar)