JIIPE Perkuat Tata Kelola Lingkungan, Tanam 1.000 Mangrove dan Tebar Benih Ikan

Ringkasan Berita
  • Pengelolaan lingkungan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor (pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat) dinilai sebagai kunci meningkatkan daya saing kawasan industri di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan.
  • Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, JIIPE bersama para pemangku kepentingan melakukan aksi nyata berupa penanaman 1.000 bibit mangrove serta pelepasliaran 1.000 benih ikan dan 100 benih kepiting untuk rehabilitasi ekosistem pesisir di Kalimireng.
  • Para ahli dan pemerintah menekankan pentingnya monitoring jangka panjang berbasis data dan kajian multidisiplin untuk menilai kondisi lingkungan secara objektif, serta perlunya kolaborasi berkelanjutan untuk memastikan manfaat ekologis dan ekonomi.
  • JIIPE mengimplementasikan prinsip ESG dengan memperkuat infrastruktur lingkungan, seperti mengoperasikan TPS3R dan menyiapkan TPST, serta melakukan pemantauan kualitas lingkungan rutin mengacu pada regulasi pemerintah.
  • Komitmen JIIPE ke depan adalah membangun daya saing kawasan industri melalui kredibilitas tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, dengan strategi berbasis data, penguatan infrastruktur, rehabilitasi ekosistem, dan kolaborasi multipihak.

Kegiatan tersebut diikuti Pemerintah Kabupaten Gresik, akademisi, tenant kawasan, masyarakat pesisir, dan pelaku industri.
Forum itu digelar untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, peringatan tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.

"Butuh kolaborasi bersama industri, masyarakat pesisir, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi sinergi yang telah dibangun, termasuk perlindungan jaminan sosial bagi nelayan serta rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove," ujarnya.