Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Keenam, Menteri LH Pastikan Proses Pemadaman Terus Dipercepat

JAKARTA,BANGSAONLINE.com -  Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengunjungi TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang telah enam hari mengalami kebakaran untuk memastikan kinerja dan progres pemadaman yang dilakukan tim gabungan dari berbagai instansi dan kementerian/lembaga.

Menteri Jumhur tiba mengenakan kemeja biru dan disambut buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), kemudian memasuki posko kedaruratan di lokasi TPA Jatiwaringin.

Di posko, Menteri Jumhur menerima paparan penanganan kebakaran sejak hari pertama hingga hari keenam dari Deputi Bidang Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan, Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Jumhur mengatakan kunjungannya bertujuan memastikan seluruh pihak, mulai BNPB, KLH, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Kehutanan, hingga TNI/Polri, bekerja optimal dalam proses pemadaman.

"Alhamdulillah semua gotong royong dan melakukan pemadaman dari hari pertama hingga hari keenam. Ini biasanya kayak begini bisa berbulan-bulan," ujarnya.

Menurut Jumhur, tanpa kolaborasi yang baik dan kerja keras seluruh pihak, kebakaran seperti ini dapat berlangsung sangat lama. Saat ini, area yang masih membara tinggal sekitar 3,6 persen dari sebelumnya mencapai sekitar 70 persen.

Upaya pemadaman juga diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan dua helikopter dan akan ditambah dua unit lagi.

 "Tapi alhamdulillah kita hanya enam hari, sekarang dari 70 persen yang membara, sisa tinggal 3,6 persen saja. Sebentar lagi akan ada empat helikopter, sekarang sudah dua, besok tambah dua," ucapnya.

Selain itu, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan yang didatangkan dari Makassar dan Jawa Barat juga melakukan injeksi hingga ke lapisan dalam gunungan sampah sebagai bagian dari upaya pemadaman.

 Jumhur menambahkan, apabila kondisi cuaca mendukung, BNPB siap melakukan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

"Kalau itu sudah terjadi, insyaallah betul-betul tuntas," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan pihaknya akan menambah dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman.

Namun hingga Minggu petang, modifikasi cuaca belum dapat dilakukan karena langit masih cerah, suhu udara sangat panas, dan angin bertiup kencang.

"Hingga petang ini langit belum nampak mendung, cuaca sangat panas dan hembusan angin yang sangat kencang. Kondisi di lokasi ini masih belum bisa dilakukan hujan buatan," kata Muhari.

Muhari menambahkan, mulai Senin (6/7/2026) BNPB juga akan menggunakan metode tambahan berupa flame freeze, yakni cairan konsentrat pemadam api yang berfungsi sebagai enkapsulan hidrokarbon, pendingin, sekaligus agen pembasah untuk membantu mempercepat proses pemadaman.

 "Baru saja kami dapat kabar bila besok akan dikirim flame freeze," pungkasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: