JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena dinilai telah memenuhi standar pengelolaan yang ideal.
Penilaian itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Mohammad Jumhur Hidayat, saat meninjau implementasi pengelolaan sampah di kawasan Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (15/7/2026).
Jumhur menilai keberhasilan pengelolaan sampah di Jombang bertumpu pada sistem pemilahan yang dilakukan secara terstruktur sejak dari sumbernya.
Menurutnya, pola tersebut berbeda dengan sistem konvensional yang umumnya hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Skema di Jombang ini berbeda. Jika biasanya 100 persen sampah langsung diangkut ke TPA, di sini limbah dipilah dan dikelompokkan terlebih dahulu sejak dari sumbernya hingga selama proses distribusi," ujarnya.
Berkat sistem pemilahan tersebut, volume sampah residu yang berakhir di TPA berhasil ditekan hingga sekitar 30 persen. Sementara 70 persen sisanya diolah kembali melalui konsep ekonomi sirkular sehingga memiliki nilai ekonomi.
"Sebanyak 70 persen sisanya dialihkan ke dalam ekosistem ekonomi sirkular untuk diolah kembali menjadi komoditas yang bernilai ekonomis," jelas Jumhur.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, Menteri Lingkungan Hidup juga menilai sistem tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan (green jobs).
"Kami berencana mengirim tim ahli untuk melakukan studi yang lebih mendalam di sini. Jika volume sampah yang dikelola lebih masif dan berhasil diolah dengan baik, tentu akan tercipta skala ekonomi yang menjanjikan," katanya.
Keberhasilan Kabupaten Jombang diharapkan dapat menjadi blueprint bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang produktif. Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan seluruh kabupaten di Indonesia mampu mengadopsi sistem serupa dalam satu hingga dua tahun ke depan.
"Target kami, dalam satu atau dua tahun ini seluruh kabupaten harus sudah menuntaskan persoalan sampahnya dengan metode seperti ini," pungkas Jumhur. (aan/van)










