Ringkasan Berita
- Sholihin (50) meninggal mendadak di kamar kos di Peterongan, Jombang, diduga akibat serangan jantung setelah berbincang dengan teman wanitanya.
- Korban sempat mengobrol dan minum air sebelum pindah posisi, lalu tiba-tiba mengalami kejang dan berhenti bernapas di depan temannya.
- Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban yang memiliki riwayat penyakit gondok, dan keluarga menolak autopsi.
- Temannya yang panik segera meminta pertolongan ke penjaga kos, lalu kejadian dilaporkan ke Ketua RT dan polisi yang melakukan olah TKP.
JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Seorang pria berusia 50 tahun bernama Sholihin (50) warga Desa Tambar meninggal dunia secara mendadak di sebuah rumah kos di Kecamatan Peterongan, Rabu (1/7/2026).
Korban diduga mengalami serangan jantung sesaat setelah berbincang dengan seorang teman wanitanya.
Peristiwa itu terjadi di rumah kos Sinar Naga, Dusun Wonokerto, Kecamatan Peterongan, dan sempat menggegerkan penghuni kos serta warga sekitar.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat korban menghubungi Mariana (31) melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon untuk mengajaknya bertemu di kamar kos yang ditempatinya.
Setibanya di kamar, keduanya sempat duduk di tepi kasur dan berbincang selama sekitar lima menit.
"Setelah mengobrol sebentar, korban sempat meminum air mineral dari botol besar. Ia kemudian berpindah posisi duduk ke dekat bantal di samping kamar mandi," ungkap Kapolsek Peterongan, AKP Hidayaturrachman.
Tak lama setelah berpindah posisi, korban tiba-tiba mengalami kejang. Mariana yang melihat kondisi tersebut sontak panik, namun korban akhirnya berhenti bernapas.
Mengetahui korban tidak lagi bernyawa, Mariana berlari keluar kamar untuk meminta pertolongan kepada penjaga kos.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Titik Mayasari, sebelum diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Peterongan bersama Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.
"Korban diketahui memiliki riwayat penyakit gondok atau infeksi tenggorokan. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi," pungkasnya.










