Ringkasan Berita
- Mahasiswi ITS Abigail Kafrell Wijaya menciptakan sepatu modular 'Authea' untuk membantu penyandang Upper Limb Deficiency (ULD) memakai sepatu secara mandiri.
- Desain sepatu ini modular dengan konsep lepas-pasang berbasis Velcro yang dioperasikan dengan injakan kaki, terdiri dari lapisan luar pelindung dan lapisan dalam kaus kaki tabi yang bisa dicuci.
- Inovasi ini dikembangkan dengan prinsip desain inklusif untuk menjawab kebutuhan kelompok yang kurang terakomodasi, bukan sekadar menciptakan produk baru.
- Abigail menghadapi tantangan teknis dalam penyesuaian material rajut elastis dan mengakui masih ada ruang penyempurnaan untuk efisiensi produksi.
- Produk ini diharapkan dapat mendorong inovasi inklusif di kalangan mahasiswa ITS dan selaras dengan tujuan SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur) dan 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Abigail Kafrell Wijaya, menghadirkan inovasi sepatu modular bernama Authea yang dirancang untuk penyandang Upper Limb Deficiency (ULD) agar lebih mudah dan mandiri dalam mengenakan sepatu.
Produk ini mengusung konsep lepas-pasang berbasis Velcro yang dioperasikan dengan injakan kaki pada bagian belakang. Sepatu terdiri atas dua komponen, yakni lapisan luar sebagai pelindung dan lapisan dalam berbentuk kaus kaki model tabi yang fleksibel serta dapat dilepas untuk dicuci.
Abigail, mahasiswa Departemen Desain Produk Industri ITS, menegaskan desain produk harus mempertimbangkan kebutuhan kelompok yang kurang terakomodasi.
“Produk-produk inovatif seharusnya tidak hanya baru, tetapi menjawab kebutuhan nyata masyarakat berbagai latar belakang kemampuan,” ujarnya.
Dalam pengembangan prototipe, ia menghadapi tantangan penggunaan material rajut elastis yang membutuhkan penyesuaian agar sesuai dengan bentuk sepatu.
“Saya menilai Authea memiliki ruang untuk disempurnakan supaya proses produksinya lebih efisien,” tambahnya.
Abigail berharap inovasi ini mendorong mahasiswa ITS berani menghadirkan produk dengan perspektif inklusif. Semangat tersebut sejalan dengan SDGs poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDGs poin 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. (msn/mar)










