Temuan Emas di Rumah Eks Jampidsus Febrie Diduga untuk Serang Satgas PKH

Ringkasan Berita
  • Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai isu penemuan emas dan uang di rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul merupakan upaya untuk menyerang Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Narasi yang beredar menyebut sebagian barang temuan itu milik Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
  • Sasaran serangan diarahkan ke Sjafrie Sjamsoeddin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Pengarah Satgas PKH. Said Didu menilai tuduhan bahwa uang dan emas tersebut milik Sjafrie adalah tidak benar dan merupakan fitnah.
  • Said Didu menegaskan bahwa dirinya mengenal Sjafrie puluhan tahun dan menyebut pembuat serta pengedar narasi tersebut sebagai 'keji'. Ia juga menyatakan kemungkinan adanya permintaan pertanggungjawaban terhadap pihak yang melakukan fitnah tersebut.

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai isu mengenai penemuan emas dan uang di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Sentul, Bogor, merupakan upaya untuk menyerang Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Melalui akun media sosial X, Said Didu menyoroti beredarnya poster yang memuat narasi, “Emas dan dolar yang ditemukan di Sentul infonya sebagian besar milik Menhan.”

Menurutnya, narasi tersebut mengarah kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Pengarah Satgas PKH.

"Ini bukti bahwa serangan ditujukan ke PKH yang Ketua pengarahnya adalah Pak @sjafriesjams," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (16/7/2026).

Said Didu menegaskan tuduhan yang menyebut uang dan emas yang disita merupakan milik Sjafrie Sjamsoeddin tidak benar dan merupakan fitnah.

"Saya puluhan tahun mengenal beliau-saya katakan bahwa yang buat dan edarkan tuduhan tersebut adalah keji. Bisa saja ada permintaan pertanggungjawaban terhadap pembuat dan pengedar fitnah tersebut," tandasnya.