Program JKN Ringankan Biaya Perawatan, Warga Kediri Bersyukur Putrinya Pulih Tanpa Beban Berat

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata dalam meringankan beban masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat medis yang tidak terduga.

Manfaat tersebut dirasakan Sunawan (58), warga Kediri, ketika putrinya, Dila Puspita (22), harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kulit melepuh setelah mengalami kecelakaan.
Sunawan menceritakan, peristiwa itu bermula saat Dila terjatuh dari sepeda motor.

 Dalam kondisi panik dan minim informasi, putrinya sempat dibawa ke pengobatan tradisional. Namun, penanganan tersebut justru memicu masalah baru pada kulitnya.

”Setiap orang kan kondisi kulitnya berbeda-beda ya, ada yang sensitif ada yang tidak setelah diperban di pengobatan tradisional itu, kulit anak saya malah melepuh, karena khawatir melihat kondisinya, akhirnya langsung saya putuskan untuk dibawa ke rumah sakit,” kata Sunawan beberapa waktu lalu.

Dila kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Gambiran Kediri dan memperoleh penanganan medis untuk memulihkan luka serta kulit yang melepuh.

Sunawan menjelaskan, putrinya harus menjalani rawat inap selama sekitar satu pekan hingga kondisinya benar-benar stabil dan pulih.

“Iya dirawat di RS Gambiran itu, selama satu minggu cukup lama kok rawat inapnya, karena memang dia melepuhnya cukup parah,” tutur Sunawan.

Selama proses perawatan, perhatian utama Sunawan tertuju pada kesembuhan sang anak.

Berkat kepesertaan JKN yang masih aktif, ia mengaku tidak dibebani biaya tambahan untuk tindakan medis maupun obat-obatan. Seluruh biaya pelayanan medis utama ditanggung Program JKN.

”Kalau untuk pengobatan dan perawatan medis utamanya itu semuanya full ditanggung oleh BPJS Kesehatan, tidak ada biaya tambahan sama sekali. Kami hanya mengeluarkan biaya untuk selisih kamar, karena pindah ke kelas VIP. Biaya tambahannya murni hanya untuk selisih kamarnya saja, sedangkan pelayanan kesehatannya tetap dijamin,” jelas Sunawan.

Selain meringankan biaya, Sunawan juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan di RS Gambiran yang dinilainya tidak membedakan pasien peserta JKN dengan pasien umum.

”Selama saya nunggu anak saya di rumah sakit, pelayanan dari dokter dan perawatnya sangat baik, tidak ada pembedaan sama sekali antara Kami yang menggunakan BPJS Kesehatan dengan pasien umum lainnya, semua dilayani dengan ramah, baik, dan tidak ada masalah,” tegas Sunawan.

Menurutnya, Program JKN menjadi penolong utama di tengah situasi sulit.
Ia menyadari biaya rawat inap selama satu pekan dengan pembiayaan mandiri akan sangat besar dan berpotensi membebani kondisi keuangan keluarganya.

”Program JKN ini asli sangat membantu masyarakat seperti Kami. Kalau seandainya waktu itu kami harus membayar dengan tarif pasien umum, biayanya pasti akan sangat terasa berat dan terlewat terasa besar bagi kami, dengan adanya kartu JKN ini, pikiran Kami menjadi tenang dan fokus pada kesembuhan anak saja,” tegas Sunawan.

Mengakhiri ceritanya, Sunawan berharap Program JKN dapat terus berlanjut sehingga tetap memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Meskipun semua ingin sehat, JKN memberikan ketenangan dan menjadi perlindungan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Harapannya program ini terus berjalan dan berkelanjutan,” pungkas Sunawan. (uji/van)