Ringkasan Berita
- Program 3 juta rumah subsidi dinilai sebagai peluang besar untuk menggerakkan sektor properti dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena melibatkan sekitar 180 industri turunan.
- REI Sidoarjo siap mendukung program ini, namun meminta kepastian regulasi seperti ketersediaan lahan, penyederhanaan perizinan, dan kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
- Tantangan utama yang dihadapi pengembang mencakup harga lahan yang terus naik, perizinan yang rumit, kenaikan harga material, serta perlunya penyesuaian kebijakan daerah.
- Infrastruktur dasar seperti air bersih, akses jalan, dan drainase sangat menentukan keberhasilan pengembangan kawasan perumahan subsidi.
- Jika persoalan regulasi, perizinan, lahan, dan infrastruktur dapat diselesaikan, program ini diyakini tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui industri pendukung.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Sidoarjo menilai program pembangunan 3 juta rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah menjadi peluang besar untuk menggerakkan sektor properti sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua REI Komisariat Sidoarjo, Harry Hermawan, menyebut program tersebut mampu menciptakan efek berganda karena melibatkan sekitar 180 industri turunan, mulai dari semen, besi, baja, keramik, kaca, hingga berbagai bahan bangunan lainnya.
“Program tiga juta rumah merupakan peluang besar untuk menggerakkan sektor properti sekaligus menghidupkan sekitar 180 industri pendukung. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar program nasional ini benar-benar berjalan optimal,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Ia menegaskan, pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut, namun berharap adanya kepastian regulasi dari pemerintah.
“Kami siap mendukung program pemerintah. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian regulasi, mulai dari ketersediaan lahan, penyederhanaan proses perizinan, hingga kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” paparnya.
Menurut dia, sejumlah tantangan masih dihadapi pengembang, di antaranya harga lahan yang terus naik, proses perizinan yang dinilai rumit, serta kenaikan harga material bangunan. Ia juga berharap ada penyesuaian kebijakan daerah, termasuk peraturan bupati terkait rumah komersial dan subsidi.
Harry menambahkan dukungan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih, akses jalan, drainase, dan fasilitas pendukung lainnya sangat menentukan keberhasilan pengembangan kawasan perumahan subsidi.
Ia optimistis jika persoalan regulasi, perizinan, lahan, dan infrastruktur dapat diselesaikan, program tiga juta rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui tumbuhnya industri pendukung. (sta/mar)




