GRESIK,BANGSAONLINE.com - Jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Gresik meningkat menjadi 35 peristiwa hingga Senin (20/7/2026), dengan mayoritas terjadi di lahan kosong seiring memasuki musim kemarau.
Angka tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang mencatat 31 kejadian kebakaran. Selain lahan kosong yang dipenuhi rerumputan kering, kebakaran juga terjadi di rumah warga, lapak pedagang, hingga kawasan pabrik.
Peristiwa terbaru terjadi di lahan kosong dan area tanaman bambu di Desa Sumberwatu, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Api berhasil dipadamkan setelah warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Menurutnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik telah menerbitkan surat edaran pada Mei 2026 yang menginstruksikan seluruh camat agar meminta kepala desa menyosialisasikan larangan membakar sampah, rumput, maupun semak belukar tanpa pengawasan.
“Pemilik lahan kosong diimbau merapikan atau memotong ilalang, guna mencegah terjadinya gesekan tumbuhan kering yang dapat memicu kebakaran,” kata Suyono.
Selain itu, pada 2025 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik menangani lebih dari 250 kejadian kebakaran yang sebagian besar terjadi di lahan kosong.
Ia menambahkan, para camat dan kepala desa juga diminta mengevaluasi keberadaan portal yang berpotensi menghambat mobilitas armada pemadam kebakaran saat bertugas.
“Termasuk mengimbau warga agar tidak parkir kendaraan di jalan kampung yang dapat menghambat jalannya mobil DPKP saat ada kondisi kedaruratan,” tuturnya. (van)










