KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Malang mengukuhkan Dewan Pendidikan periode terbaru sebagai langkah memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mempertahankan predikat Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di Indonesia.
Pengukuhan dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Malang.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menegaskan Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta memberikan masukan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan yang terus berkembang.
Menariknya, susunan kepengurusan Dewan Pendidikan kali ini didominasi wajah baru. Dari seluruh anggota yang dikukuhkan, hanya satu orang yang merupakan pengurus periode sebelumnya.
Meski demikian, Wahyu berharap semangat pengabdian dan berbagai program positif yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dengan menghadirkan inovasi baru.
"Kami berharap Dewan Pendidikan yang baru mampu meneruskan kolaborasi, kemitraan, pendampingan, serta menjadi penggerak kemajuan pendidikan di Kota Malang," ujar Wahyu.
Menurutnya, komposisi Dewan Pendidikan yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari akademisi perguruan tinggi negeri dan swasta, pemerhati pendidikan, organisasi profesi, hingga praktisi pendidikan, menjadi kekuatan dalam menghasilkan rekomendasi yang objektif dan konstruktif bagi pemerintah.
Wahyu menegaskan predikat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan harus terus dipertahankan.
Pasalnya, setiap tahun Kota Malang menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan, mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
"Predikat Kota Malang sebagai Kota Pendidikan harus terus dipertahankan. Tantangan ke depan semakin besar karena Malang menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan," katanya.
Ia menilai daya tarik Kota Malang tidak hanya ditunjang kondisi geografis yang sejuk, tetapi juga didukung kelengkapan sarana pendidikan serta banyaknya institusi pendidikan berkualitas yang menjadi tujuan para pelajar dari berbagai daerah.
Di sisi lain, Wahyu berharap Dewan Pendidikan dapat mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik. Harapan tersebut sejalan dengan capaian Kota Malang yang saat ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Timur, serta mencatat nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tertinggi di provinsi tersebut.
Selain peningkatan mutu pendidikan, Wahyu juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Ia meminta Dewan Pendidikan berperan aktif dalam mengawal pencegahan perundungan (bullying) maupun berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
"Kami berharap seluruh unsur yang tergabung dalam Dewan Pendidikan dapat bersama-sama menekan kasus bullying dan berbagai bentuk kekerasan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar di Kota Malang," tegasnya.
Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Malang telah menerbitkan Surat Edaran tentang penggunaan gawai di lingkungan sekolah, bahkan sebelum adanya arahan dari Kementerian Pendidikan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan gawai yang tidak terkendali terhadap perkembangan peserta didik.
Wahyu menegaskan, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata.
Menurutnya, peran orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat sama pentingnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.
"Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis kualitas pendidikan di Kota Malang akan terus meningkat. Bersama-sama kita juga dapat mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," pungkasnya. (dad/van)










