Sambangi Kampung Inggris Pare, Ahmad Dhani Soroti Pentingnya Bahasa Asing untuk Buka Pintu Dunia

KEDIRI, BANGSAONLINE.com — Anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda sebagai modal utama dalam menghadapi tantangan global. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri agenda sarasehan kebangsaan di Brilliant English Course, Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (25/7/2026).

Di hadapan para peserta kursus, musisi yang kini bertugas di parlemen tersebut menyebutkan bahwa bahasa inggris bukan sekadar alat komunikasi biasa, melainkan kunci untuk mengeksplorasi wawasan global.

"Belajar bahasa Inggris itu membuka pintu dunia untuk mempelajari ilmu yang lain," tutur pentolan grup musik Dewa 19 tersebut.

Kunjungan kerja ke pusat pelatihan bahasa ternama di Kediri ini juga dimanfaatkan Ahmad Dhani untuk menyerap beragam aspirasi langsung dari para pelajar, khususnya terkait dinamika pendidikan dan kebudayaan. Berbagai masukan dari siswa akan dijadikan catatan bagi Komisi X DPR RI dalam mendorong pembenahan sistem pendidikan nasional.

"Kami mendapatkan banyak masukan dari murid-murid di sini mengenai persoalan-persoalan dalam sistem pendidikan yang memang perlu diperbaiki," ungkapnya.

Menjalani kunjungan perdana ke Kampung Inggris Pare, ia mengaku terkesan melihat tingginya motivasi belajar anak-anak muda yang datang dari berbagai pelosok nusantara.

"Ini pertama kali saya ke sini dan saya cukup takjub. Ternyata antusiasme anak-anak muda untuk belajar bahasa inggris sangat tinggi," puji Ahmad Dhani.

Ia pun berpesan agar para siswa tidak berhenti memelihara rasa ingin tahu. "Semoga semakin giat mencari ilmu dan semakin besar rasa ingin tahu agar wawasan semakin luas," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Founder sekaligus CEO Brilliant English Course, Srie Soeputro Jowo Uja Ciptonagoro (Mr. Abie), mengonfirmasi bahwa kedatangan Ahmad Dhani merupakan bagian dari tugas pengawasan resmi legislator Komisi X.

Abie menjelaskan, ruang diskusi tersebut dimanfaatkan peserta untuk mempertanyakan isu-isu krusial, seperti keterbatasan kuota masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS), hingga tantangan menjaga identitas budaya di era modern.

"Tadi banyak pertanyaan dari peserta terkait pendidikan, termasuk kuota perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kami juga berdiskusi mengenai pentingnya menjaga budaya di tengah perkembangan zaman," kata Abie.

Menurut Abie, Kampung Inggris memiliki potensi strategis sebagai motor penggerak kualitas SDM nasional. Selain itu, ia juga menyoroti tantangan tingkat literasi di Indonesia yang membutuhkan dorongan pemanfaatan teknologi digital agar akses ilmu makin merata.

"Investasi terbaik untuk anak bangsa adalah pendidikan. Kalau ingin mengubah masa depan, yang pertama diubah adalah pola pikir. Pendidikan akan mengubah cara berpikir dan pada akhirnya mengubah kehidupan seseorang," terangnya.

Menutup diskusi, Abie berpesan agar penguasaan ilmu pengetahuan modern tetap beriringan dengan kebanggaan atas akar kebudayaan bangsa.

"Bangga berbudaya dan bangga berilmu harus berjalan bersama. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan itu harus tetap dijaga oleh generasi muda," pungkasnya. (uji/rev)