Ringkasan Berita
- BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk menekan dampak kemarau panjang di Jabodetabek, khususnya di Jakarta. Operasi ini bersifat situasional dan memerlukan kehadiran awan sebagai syarat utama.
- Selain operasi udara, BMKG juga memasang Ground Based Generator (GBG) di gedung-gedung tinggi untuk memicu hujan ketika ada awan berpotensi. Langkah ini bertujuan mendinginkan udara dan menjaga kualitas udara yang menurun setelah 2-3 minggu tanpa hujan.
- Prediksi musim kemarau untuk Tangerang Raya berlangsung hingga Oktober 2026 dengan puncak pada Agustus. Intensitas kekeringan tahun ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang aktif, meningkatkan potensi kekeringan dibanding kondisi normal.
BANGSAONLINE.com - BMKG menyiapkan strategi untuk menekan dampak kemarau panjang di wilayah Jabodetabek, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pelaksanaan OMC di Jakarta bersifat situasional.
“BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta secara situasional melihat kondisi. Ketika hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.
Faisal menegaskan keberadaan awan menjadi syarat utama pelaksanaan OMC. Selain itu, pihaknya memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi untuk memicu hujan ketika terdapat awan berpotensi.
“Kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” katanya.
Langkah tersebut sekaligus menjaga kualitas udara saat kemarau berkepanjangan.
“Biasanya kalau dalam 2-3 minggu tanpa hujan, kualitas udara di Jakarta menurun. Jadi salah satu upayanya adalah dengan hujan buatan pada saat kondisi memungkinkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, memprediksi musim kemarau di Tangerang Raya berlangsung hingga Oktober 2026 dengan puncak pada Agustus.
“Prediksi musim kemarau untuk wilayah Tangerang Raya berlangsung hingga Oktober, dengan puncak pada Agustus,” ucapnya.
Hartanto menambahkan intensitas kekeringan tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino yang aktif sehingga meningkatkan potensi kekeringan dibanding kondisi normal. (rom)










