BANGSAONLINE.com - Indonesia kerap menghadapi ancaman bencana alam, termasuk tsunami. Mengetahui tanda-tanda alam sebelum gelombang besar mencapai pesisir menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Gempa kuat atau berlangsung lama di sekitar pesisir merupakan indikasi awal datangnya tsunami. BMKG mengimbau masyarakat segera menuju tempat tinggi setelah merasakan gempa dengan intensitas besar.
Perubahan mendadak pada permukaan laut juga menjadi tanda bahaya. Air laut bisa surut hingga dasar terlihat jelas, atau sebaliknya, naik secara tiba-tiba.
NOAA menegaskan, baik surut maupun kenaikan air laut dapat menjadi peringatan alami tsunami. Suara gemuruh keras dari arah laut, menyerupai deru pesawat atau kereta, juga menandakan gelombang tsunami sedang mendekat.
Selain itu, arus laut yang tidak biasa atau gelombang yang datang tiba-tiba dapat menyerupai banjir cepat. Gelombang tsunami biasanya datang beruntun, sehingga gelombang pertama belum tentu yang terbesar.
Masyarakat dilarang kembali ke pantai sebelum ada pernyataan resmi bahwa kondisi aman. Perubahan bentuk gelombang berbeda di tiap wilayah karena dipengaruhi terumbu, teluk, dasar laut, dan kemiringan pantai.
BMKG menekankan bahwa tsunami lokal dapat terjadi sangat cepat setelah gempa, sehingga masyarakat harus segera menjauh dari pantai tanpa menunggu sirine. Setelah mencapai lokasi aman, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang setempat untuk memastikan keselamatan. (rom)










