Datangi Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, AJPB Protes Ucapan Anggota Dewan

Ringkasan Berita
  • Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) mendatangi Ketua DPRD untuk memprotes pernyataan seorang anggotanya yang menuding AJPB mengkritik program Makan Bergizi Gratis karena tidak mendapat bagian.
  • Ketua AJPB menilai pernyataan tersebut tidak pantas dan mencederai marwah jurnalis, sehingga meminta pernyataan dicabut dan permintaan maaf disampaikan secara publik.
  • Ketua DPRD (Samsul Hidayat) meminta maaf dan berjanji akan menyampaikan protes ini serta membahas masalah ini dengan anggota dewan yang bersangkutan.
  • Ketua DPRD menilai pernyataan anggota tersebut mungkin dimaksudkan sebagai guyonan, namun tetap diakui tidak etis dan akan ditindaklanjuti.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) mendatangi ketua dewan setempat, Samsul Hidayat, terkait pernyataan anggotanya, TO. Pernyataan dimaksud yakni AJPB disebut gencar mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak mendapatkan bagian.

Ketua AJPB, Henry Sulfianto, menilai ucapan tersebut tidak pantas keluar dari seorang pejabat publik. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah meminta atau mengelola proyek, melainkan fokus pada pemberitaan di wilayah Pasuruan.

“Pernyataan itu mencederai marwah jurnalis yang tergabung di AJPB. Kami minta agar segera dicabut dan disampaikan permintaan maaf di depan publik,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Henry menambahkan, apabila ada niat buruk mencari celah, hal itu bukan solusi terbaik.

“Apakah itu jalan terbaik? Kami kira tidak, selama ada i’tikad baik ke depan,” katanya.

Menanggapi audiensi, Lek Sul (sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan) berterima kasih atas peran AJPB dalam memberikan informasi seputar kegiatan dewan. Ia pun berjanji akan segera berkomunikasi dengan anggota dewan yang bersangkutan. 

“Selaku ketua saya menyampaikan mohon maaf dan nanti akan segera kami sampaikan kepada yang bersangkutan,” tuturnya.

Menurut dia, pernyataan dari anggota dewan mungkin dimaksudkan sebagai guyonan, namun tetap tidak etis. Ia memastikan persoalan ini akan dibahas bersama anggota dewan terkait. 

“Kami tindak lanjuti nanti kepada yang bersangkutan nggeh,” ucapnya. (afa/mar)