Ringkasan Berita
- Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menurunkan harga BBM nonsubsidi per 1 Agustus 2026.
- Kebijakan ini dinilai sebagai wujud kepedulian pemerintah dan respons adaptif terhadap perubahan harga minyak global, serta menjaga mekanisme penyesuaian harga yang konsisten.
- Penurunan harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo bertujuan menjaga ketahanan energi, kepastian investasi, dan perlindungan daya beli masyarakat.
- Dampak positif yang diharapkan antara lain peningkatan daya saing bisnis melalui penekanan biaya transportasi-logistik dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
- Komisi XII DPR RI berharap kebijakan energi adaptif ini dipertahankan dan siap mengawal konsistensi serta keberlanjutannya untuk rasa aman pelaku usaha dan masyarakat.
BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.
Menurut Yulisman, kebijakan tersebut mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat melalui tata kelola energi yang adaptif, serta respons cepat terhadap perubahan harga minyak global.
Ia menilai, penurunan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo menunjukkan mekanisme penyesuaian harga yang konsisten sesuai aturan. Kebijakan ini sekaligus menjaga ketahanan energi, keberlanjutan investasi, dan perlindungan daya beli masyarakat.
“Kami mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang terus menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, kepastian investasi, dan perlindungan masyarakat. Penurunan harga BBM nonsubsidi memastikan manfaat penurunan harga minyak dunia dirasakan rakyat,” paparnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing bisnis dengan menekan biaya transportasi, logistik, dan distribusi barang, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Yulisman menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas energi bergantung pada pasokan dan kebijakan yang memberi rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami berharap kebijakan energi adaptif seperti ini terus dipertahankan. Komisi XII DPR RI siap mengawal agar berjalan konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya. (mg1/rom)










