JEMBER, BANGSAONLINE.com — Langkah taktis diambil oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember demi mendekatkan akses fasilitas kesehatan mendasar kepada publik secara merata melalui program home care.
Inisiatif layanan medis jemput bola ini diklaim sukses beroperasi optimal selama tujuh hari ke belakang serta membawa perubahan positif bagi golongan masyarakat bawah.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengutarakan apresiasi mendalam atas progres positif dari minggu perdana implementasi kebijakan tersebut.
Terobosan ini sengaja dihadirkan guna memangkas jalur birokrasi berbelit serta kendala geografis bagi warga prasejahtera yang menderita penyakit kronis.
"Kita bisa ada sedikit kepuasan ya, bahwa warga yang tidak mampu hari ini tidak usah jauh-jauh ketika dia punya sakit berkepanjangan, dia tidak perlu datang ke puskesmas. Mengeluarkan biaya dan lain sebagainya karena nantinya bisa didatangi oleh tim home care ke rumah masing-masing," ucap Gus Fawait, sapaan Bupati Jember, saat memberikan keterangan pers, Selasa (4/8/2026).
Ia membeberkan bahwa ruang lingkup pelayanan jemput bola ini ternyata meluas hingga menyentuh aspek kesejahteraan sosial.
Lewat metode peninjauan lapangan secara langsung mendatangi rumah penduduk (door-to-door), aparat eksekutif daerah mampu memetakan realitas tingkat kemiskinan secara akurat.
Dalam kesempatan blusukan bersama jajarannya belum lama ini, Gus Fawait mendapati kasus memprihatinkan berupa sepasang lanjut usia hidup seorang diri dalam kondisi sakit serta menempati bangunan reyot.
"Ini potret yang kita temui secara langsung, bahwa masih banyak kemiskinan yang terjadi. Maka kita lihat kondisi rumahnya ternyata sudah tidak layak," jelasnya.
Menanggapi situasi darurat itu, Gus Fawait segera menginstruksikan langkah penanganan lintas sektor secara sigap. Hunian lansia bersangkutan langsung diprioritaskan untuk direnovasi, sementara struktur pemerintahan level bawah diperintahkan mengawasi secara intensif.
"Kita kemarin lihat ada sebuah keluarga, dua orang lansia tunggal, mereka sakit kita periksa, rumahnya ternyata rusak berat. Akhirnya kita perbaiki dan kita sambungkan dengan jajaran kecamatan dan desa untuk dipantau terus," paparnya.
Tak berhenti pada aspek pengobatan dan perbaikan fisik bangunan, suplai bahan pangan pokok turut dijamin agar kelompok rentan ini terhindar dari krisis pangan.
"Bahkan saya bilang, mereka jangan sampai kurang sembako. Kita akan berikan sembako. Sehingga efek domino dari home care ini luar biasa. Bukan cuman soal kesehatan tetapi kita bisa tahu kondisi sesungguhnya di lapangan," tutupnya. (nga/yud/rev)










