KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, menyebut antusiasme generasi muda mengikuti Jambore Nasional sangat tinggi.
Hingga kini tercatat sekitar 24 ribu peserta dari seluruh Indonesia telah mendaftar. Hal tersebut disampaikan usai ziarah ke makam Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Selasa (4/8/2026).
“Keinginan untuk mengikuti Jambore Nasional sekarang yang terdaftar lebih kurang 24.000 peserta. Sebenarnya kalau diizinkan, bukan puluhan ribu lagi, mungkin ratusan ribu bahkan jutaan yang ingin ikut," ujarnya.
"Tapi karena keterbatasan, peserta yang berangkat merupakan Pramuka Garuda yang telah melalui seleksi mulai tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi,” imbuhnya.
Buwas (sapaan akrab Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka) menjelaskan, peserta yang lolos adalah anggota Pramuka terbaik yang diharapkan menjadi contoh generasi muda.
“Ini menjadi contoh bahwa generasi Pramuka bisa menjadi barometer. Mereka adalah yang terbaik dari yang baik-baik,” tuturnya.
Selain pembinaan karakter, Pramuka Garuda juga mendapat peluang masa depan melalui kerja sama Kwarnas dengan TNI, Polri, dan perguruan tinggi.
“Setiap Pramuka Garuda, khususnya golongan Penegak, yang memenuhi syarat, apabila ingin menjadi polisi bisa langsung tanpa tes. Begitu juga ke TNI, termasuk ada kerja sama dengan perguruan tinggi,” kata Buwas.
Ia menegaskan, sertifikat Pramuka Garuda telah diakui dengan mekanisme rekrutmen dan penilaian yang jelas. Di sisi lain, Gerakan Pramuka juga akan menjadi bagian penting dalam program Sekolah Rakyat sesuai arahan Presiden.
“Sekolah Rakyat diwajibkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Kegiatan akan benar-benar menerapkan konsep Pramuka secara utuh, termasuk identitas dan pembentukan karakternya. Taruna Akmil akan dilibatkan untuk melatih PBB, disiplin, dan keterampilan lainnya,” pungkasnya. (ina/mar)










