Ringkasan Berita
- Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim mengajak Pramuka untuk beradaptasi dan relevan dengan generasi muda masa kini, dengan memanfaatkan teknologi, media sosial, dan menghadirkan ekonomi kreatif dalam kegiatan.
- Gus Qowim menekankan bahwa nilai inti Pramuka (Tri Satya dan Dasa Darma) tidak boleh berubah meski harus mengikuti perkembangan zaman dan menjaga adab di dunia nyata maupun digital.
- Pramuka didorong untuk aktif berkontribusi pada isu strategis nasional, seperti mendukung swasembada pangan melalui inisiatif urban farming, sebagai peran menuju Indonesia Emas 2045.
- Upacara Ulang Janji Hari Pramuka ke-65 dihadiri oleh pejabat daerah dan seluruh jajaran kepengurusan Gerakan Pramuka Kota Kediri, menegaskan komitmen bersama untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan peduli.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota (Wawali) Kediri sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Qowimuddin, memimpin Upacara Ulang Janji untuk menyambut Hari Pramuka yang ke-65 di Halaman Balai Kota Kediri, Kamis (13/8/2026) malam.
“Malam ini kita tidak sekadar berkumpul untuk mengulang sebuah janji. Tetapi kita sedang mengingat kembali sebuah komitmen untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan siap mengambil peran untuk masyarakat,” kata Gus Qowim, sapaannya.
Memasuki usia yang ke-65 tahun ini, lanjut Gus Qowim, Gerakan Pramuka telah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda Indonesia agar memiliki karakter mandiri dan peduli.
Namun, ada satu pertanyaan penting yang harus dijawab bersama, apakah Pramuka sudah cukup relevan dengan dunia anak muda hari ini? Karena dunia generasi sekarang tentu berbeda dengan dunia generasi sebelumnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini, informasi bergerak begitu cepat, teknologi berkembang luar biasa, dunia digital juga membuka banyak peluang. Tapi, juga menghadirkan tantangan baru.
“Karena itu, saya ingin mengajak adik-adik semua untuk menjadi generasi Pramuka yang melek informasi, melek zaman, dan melek peluang,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar pemuda mampu melihat peluang yang muncul dari perkembangan teknologi.
“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penonton. Jadilah generasi yang mampu membaca perubahan, kemudian menciptakan perubahan. Pramuka juga harus menciptakan perubahan,” tegas Gus Qowim.
“Kegiatan Pramuka tidak boleh berhenti pada cara-cara lama. Semangatnya boleh sama, tetapi cara berkegiatan harus terus berkembang,” imbuhnya.
Menurutnya, pemuda saat ini bisa memanfaatkan medsos sebagai sarana menyebarkan konten positif tentang Pramuka.
“Kalau anak muda tertarik dengan ekonomi kreatif, teknologi, olahraga, seni, maupun kegiatan sosial, hadirkan semua itu dalam kegiatan kepramukaan. Buat Pramuka menjadi kegiatan yang seru, menyenangkan, menjadi tempat anak muda belajar, berkarya, berteman, dan bertumbuh bersama,” urainya.
Selain itu, Gus Qowim juga berpesan, bahwa ada satu hal yang tidak boleh berubah, yaitu jati diri.
“Teknologi boleh berkembang, tren boleh berubah, namun nilai yang kita pegang sebagai Pramuka harus tetap menjadi pegangan. Kita memiliki Tri Satya sebagai janji dan Dasa Darma sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Ketika kita bergaul baik di dunia nyata maupun di dunia maya, tetaplah menjadi Pramuka yang santun dan menjunjung adab,” paparnya.
Semangat untuk terus beradaptasi ini juga sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-65 tahun ini, yaitu Memantapkan langkah organisasi mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini menunjukkan bahwa Pramuka harus mampu mengambil peran memberikan solusi bagi masyarakat. Salah satunya ketahanan pangan.
Gerakan Pramuka Kota Kediri sudah menginisiasi kegiatan urban farming di Kwarcab sampai gugus depan. Swasembada pangan harus disukseskan sebagai salah satu modal menuju Indonesia Emas.
“Mari kita buktikan bahwa Pramuka bukan organisasi yang ketinggalan zaman. Pramuka justru harus menjadi bagian dari anak muda yang menciptakan masa depan. Saya mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Kediri untuk terus menjaga semangat kebersamaan, kegembiraan, dan pengabdian dengan berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma,” pungkas Gus Qowim.
Selain Upacara Ulang Janji, kegiatan yang berjalan hikmat tersebut juga dilakukan pembacaan Dasa Dharma Pramuka, dan prosesi renungan.
Turut hadir, Pj Sekda Endang Kartika, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, pengurus Kwarcab, Dewan Kehormatan Kwarcab, Ketua Pusdiklat dan anggota Kwarcab, Dewan Kerja Cabang, Brigade Penolong, Ketua Mabiran, Ketua Kwartir Ranting, pelatih dan pembina pramuka, dan tamu undangan lainnya. (uji/msn)










